Muhammadiyah dan NU Kerjasama Lakukan Fogging di Kelurahan Banyuasri Singaraja

SuaraMu Buleleng – Muhammadiyah Disaster Managament Center (MDMC) dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng bekerjasama dengan Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Banyuasri melaksanakan fogging di Kawasan Jalak Putih Singaraja, Rabu (1/5/2024).

Pelaksanaan fogging dimaksudkan sebagai usaha untuk mencegah berjangkit dan menyebarnya kasus DBD di Buleleng, khususnya di Singaraja. Turut terlibat dalam pelaksanaan fogging tersebut anggota Banser dan Kokam.

“Tujuan diadakannya kegiatan fogging ini adalah sebagai usaha untuk menjaga wilayah Kelurahan Banyuasri dari penyebaran kasus DBD dan menjalin silaturahmi serta kerjasama antara Muhammadiyah dan NU di wilayah Singaraja,” kata Ketua MPKS PD Muhammadiyah Buleleng, sekaligus Koordinator Bhakti Sosial Fogging, Tedy Suhargo.

Menurutnya, pihaknya sering mengadakan kongko-kongko (ngobrol) dan melakukan kegiatan bersama dengan warga NU di wilayah Banyuasri. “Nah dengan adanya kasus DBD di Singaraja, kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan fogging bersama khususnya di wilayah Kelurahan Banyuasri,” ujarnya.

Menurut Tedy, kegiatan fogging dilaksanakan oleh KOKAM dari Muhammadiyah dan BANSER dari Pimpinan Ranting Nahdathul Ulama Kelurahan Banyuasri, Singaraja.

Sementara Sudarman, selaku koordinator dari PR NU Kelurahan Banyuasri mengaminkan dan senada dengan Tedy terkait program bersama yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah dan NU ini.

“Kami dari Pimpinan Ranting NU sangat sepakat dan mendukung program fogging yang dilaksanakan ini yang merupakan bagian dari bentuk solidaritas dan silaturahmi yang senantiasa terjalin diantara kami, NU dan Muhammadiyah, khususnya di Kelurahan Banyuasri ini,” tuturnya.

Menurut Sudarman, dengan mengadakan fogging bersama, diharapkan dapat meminimalisir berkembangnya nyamuk demam berdarah di wilayah Banyuasri. Dalam kegiatan fogging ini juga dilakukan penyebaran bubuk jentik di pemukiman warga, tepatnya di kamar mandi guna bisa menghambat perkembangan jentik-jentik nyamuk demam berdarah.

Adapun rute penyemprotan atau fogging dimulai dari Jalak Putih I dan Utama atau jembatan sebagai Pos JP I, lanjut ke Jalak Putih II dan III, Selatan MIT masuk ke barat, menuju Jalak Putih V Atas dan Jalak Putih IV Atas, dan berakhir atau titik kumpul akhir di Pos Ijo Jalak Putih IV. (bs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *