SuaraMu Buleleng – SMP Muhammadiyah 2 Singaraja terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter murid. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Film yang melibatkan orang tua murid sebagai mitra strategis sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025), bertempat di Ruang Perpustakaan SMP Muhammadiyah 2 Singaraja.
Kegiatan nobar dan diskusi film ini dirancang sebagai ruang pembelajaran reflektif yang mempertemukan perspektif sekolah dan keluarga. Pelibatan orang tua menjadi bagian penting dari strategi pendidikan karakter berbasis kolaborasi, mengingat keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan sikap serta perilaku anak. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menyamakan visi dan langkah dengan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang murid.
Film yang ditayangkan mengangkat tema tentang nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan dunia pendidikan dan pengasuhan anak, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, empati, kejujuran, serta pentingnya keteladanan dari orang dewasa. Media film dipilih karena mampu menghadirkan pesan moral secara kontekstual dan menyentuh sisi emosional, sehingga memudahkan peserta untuk melakukan refleksi dan diskusi bersama.
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung secara interaktif. Diskusi menghadirkan Eka Sri W., S.Pd. dari Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Buleleng, Imaduddin Syamil, S.Pd. selaku Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, serta Nurdiah Juliana S., S.Pd. sebagai perwakilan orang tua murid. Para narasumber menyoroti pentingnya kesinambungan pendidikan karakter antara rumah dan sekolah agar nilai-nilai yang ditanamkan dapat terinternalisasi secara utuh dalam diri murid.
Dalam pemaparannya, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaduddin Syamil, S.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi yang kuat antara sekolah dan orang tua.
“Sekolah memiliki peran penting dalam memberikan arahan dan pembiasaan, namun keluarga adalah tempat utama anak belajar meneladani sikap dan nilai. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, maka pendidikan karakter akan lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Eka Sri W., S.Pd. menyampaikan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa kegiatan reflektif seperti nobar dan diskusi film dapat menjadi media yang efektif untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran orang tua dalam proses pendidikan.
Perwakilan orang tua murid, Nurdiah Juliana S., S.Pd., mengapresiasi inisiatif sekolah yang membuka ruang dialog dan kebersamaan. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi orang tua dalam memahami tantangan pendidikan anak di era saat ini, sekaligus memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai karakter, keteladanan, dan kebersamaan. Sekolah berharap kolaborasi yang terjalin dengan orang tua dapat terus diperkuat dan dikembangkan melalui berbagai program edukatif lainnya, sehingga mampu melahirkan murid yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (smb)

