Raker Spemda Dapat Sorotan PDM Buleleng: SMP Muhammadiyah 2 Singaraja Harus Berubah!

SuaraMu Buleleng – SMP Muhammadiyah 2 Singaraja (Spemda) mengawali hari pertama kegiatan Rapat Kerja (Raker) dengan suasana penuh keseriusan pada Selasa, 15 Juli 2025. Bertempat di ruang kelas utama, seluruh guru dan staf sekolah hadir dalam forum penting yang menjadi ruang refleksi, evaluasi, sekaligus perencanaan strategis sekolah untuk menyongsong tahun ajaran 2025/2026.

Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Buleleng, H. Mohammad Ali Susanto, M.Pd., yang hadir langsung di tengah peserta untuk memberikan pengarahan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan tegas dan mendalam tentang perlunya perubahan menyeluruh di lingkungan sekolah Muhammadiyah, terutama di SMP Muhammadiyah 2 Singaraja.

“Sekolah harus berubah. Kita tidak sedang bicara soal mau atau tidak, tapi harus. Dunia luar berubah sangat cepat, jika sekolah tidak ikut berbenah, maka kita akan tertinggal,” ujarnya, disambut perhatian penuh dari seluruh peserta.

Pernyataan itu menjadi pembuka yang kuat dan mengarahkan atmosfer Raker hari pertama ke arah refleksi yang lebih jujur dan terbuka. Para peserta diajak untuk menengok kembali perjalanan sekolah selama tahun ajaran 2024/2025 dengan pendekatan evaluatif yang kritis namun konstruktif.

Raker tahun ini memang membawa semangat transformasi. Hari pertama difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program sekolah, mulai dari capaian akademik, efektivitas pembelajaran, disiplin kerja, dinamika peserta didik, hingga pelayanan sekolah terhadap kebutuhan siswa secara menyeluruh.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, dalam pengantarnya, menegaskan bahwa Raker ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pijakan awal dari sebuah lompatan perubahan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap guru dan staf memahami arah perubahan. Tidak hanya paham secara konsep, tapi siap secara praktik. Sekolah ini harus terus bertumbuh agar menjadi tempat terbaik bagi siswa untuk berkembang lahir dan batin,” ujarnya.

Sesi demi sesi pada hari pertama diisi dengan dialog yang terbuka antarwarga sekolah. Guru diberi ruang untuk menyampaikan catatan, pengalaman lapangan, hingga hambatan yang dirasakan dalam menjalankan tugas selama ini. Beberapa isu yang mencuat antara lain terkait kebutuhan pelatihan guru, penanganan siswa yang menghadapi tantangan emosional, serta perlunya penguatan budaya disiplin dan kolaborasi.

Tak hanya berhenti pada identifikasi masalah, para peserta juga mulai menawarkan solusi. Beberapa usulan inovatif mulai bermunculan, seperti penguatan sistem mentoring siswa, digitalisasi pelaporan akademik, hingga kolaborasi antarguru lintas mata pelajaran dalam pengembangan pembelajaran tematik.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kabupaten Buleleng, Drs. Andi Wadi, M.Pd. Dalam pernyataannya, beliau menekankan bahwa seiring dengan meningkatnya jumlah peserta didik di SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, peningkatan layanan pendidikan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditunda.

“Jumlah murid yang terus bertambah adalah anugerah sekaligus tantangan. Maka peningkatan kualitas layanan harus menjadi prioritas, baik dalam aspek pembelajaran, pendampingan siswa, maupun sarana-prasarana penunjang,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperkuat urgensi Raker sebagai momen strategis untuk menyusun langkah nyata dalam menghadapi dinamika pertumbuhan sekolah. Dengan semakin tingginya kepercayaan masyarakat, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja dituntut untuk meningkatkan kapasitasnya agar tetap relevan dan mampu memberikan layanan terbaik bagi seluruh siswa.

Hari pertama Raker ditutup dengan catatan penting: bahwa transformasi sekolah bukanlah tugas segelintir orang. Ia adalah tanggung jawab bersama, yang menuntut keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah guru, staf, pimpinan, dan tentu saja, siswa itu sendiri.

Dengan semangat evaluasi dan refleksi yang mendalam, hari pertama Raker Spemda menjadi awal dari perjalanan besar menuju perubahan yang lebih nyata dan berdampak. Raker bukan sekadar forum rapat, melainkan titik tolak menuju Spemda yang Berakhlak Mulia, Berprestasi dan Berkemajuan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *