Sejarah Berdirinya TK ‘Aisyiyah Singaraja

  • Oleh Sriyani Sadikin ———– Bagian 3 (Selesai)

PADA tahun 2024 ini, Taman Kanak-Kanak (TK) ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja berusia 70 tahun. Didirikan pada tahun 1 April 1954, TK ‘Aisyiyah Singaraja merupakan TK tertua ketiga di Indonesia setelah TK di Yogyakarta dan di Aceh.

Bagaimana sejarah berdirinya TK ‘Aisyiyah Singaraja, berikut tulisan dari mantan Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Buleleng dua periode (2000-2005 dan 2005-2010), Hj. Sriyani Sadikin, A,mA.Pd. SuaraMu Buleleng.com menurunkan tulisan Sejarah Berdirinya TK ‘Aisyiyah Singaraja Bali. 

SETELAH memasuki masa sewindu (1954 – 1962) memegang jabatan kepala sekolah, Ibu Soeparmi digantikan oleh Ibu Sri Handayani Ningsih (1962 – 1967). Pergantian ini dimaksudkan untuk penyegaran dan proses kaderisasi sesuai dengan masa jabatan yang telah ditetapkan. 

Meskipun sekolah ini telah berjalan hampir selama satu dasawarsa, namun sekolah ini masih tetap bertahan menggunakan nama TK ASRI. Seiring berjalannya waktu, dengan terjadinya perubahan situasi politik pemerintahan sebagai akibat pergantian pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru pada pertengahan tahun 60-an, kehidupan masyarakat semakin terbuka dan dinamis. Persepsi masyarakat terhadap amal usaha yang dikelola, baik oleh Aisyiyah maupun Muhammadiyah secara umum pun semakin positif dibandingkan masa sebelumnya.

Momentum inilah yang digunakan untuk menegaskan identitas organisasi dengan mengubah secara formal nama TK ASRI menjadi TK ‘Aisyiyah pada pertengahan tahun 1969. Perubahan nama sekolah ini terjadi pada masa jabatan kepala sekolah dipegang oleh ibu Siti Soepadminah (1967-1979). 

Dalam perkembangan periode berikutnya, TK ‘Aisyiyah semakin mengukuhkan dirinya di tengah-tengah masyarakat. Prestasi yang telah dicapai dalam berbagai lomba di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi menunjukkan kualitas sekolah ini semakin meningkat. Citra yang positif inilah yang mendorong masyarakat menjadikan TK ‘Aisyiyah menjadi sekolah pilihan. Tampaknya kemajuan yang telah dicapai ini menjadi perhatian pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga dianggap layak menerima bantuan dengan menempatkan seorang guru negeri (PNS) yang ditugaskan mengajar di sekolah ini. 

Ibu Siti Aminah Said, tenaga pengajar dari pemerintah yang diperbantukan akhirnya ditunjuk menjadi kepala sekolah (1979 – 2001) menggantikan kepala sekolah sebelumnya. Ia bertahan dalam kurun waktu yang relatif lama, bahkan paling lama dibandingkan kepala sekolah yang lain. 

Pada periode ini Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Bagian Pendidikan dan Pengajaran telah mengeluarkan Surat Tanda Terdaftar (STT) tanggal 25 April 1985 sebagai bentuk peneguhan atas eksistensi dan sekaligus memberi nama Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal di sekolah ini. Dengan demikian legalitas sekolah di dalam intern organisasi telah mendapat pengakuan dan tercatat sebagai amal usaha di tingkat Pimpinan Pusat. 

Di sisi lain, pihak pemerintah yang diawasi oleh Kantor Wilayah Depdikbud Bali telah mengeluarkan izin operasional pada tanggal 13 Maret 1987 kepada TK ‘Aisyiyah, sehingga amal usaha ‘Aisyiyah ini telah memperoleh legalitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya di dunia kependidikan.

Adapun kepala sekolah berikutnya berturut-turut adalah Ibu Nurlela Salamin (2001 – 2012), setelah menjabat selama dua belas tahun, kemudian digantikan oleh Ibu Asrini Atrif (2012 – 2014), guru senior yang memegang jabatan hanya dua tahun. Sedangkan Ibu Wirdah Basnan (2014 – 2015) karena alasan keluarga hanya bisa bertahan setahun dan diganti oleh Ibu Wahyu Hidayati (2015).

Setelah melewati beberapa dasawarsa dengan dinamika perubahan dari masa ke masa, keberadaan TK ‘Aisyiyah sampai saat ini masih tetap kokoh di masyarakat tengah-tengah masyarakat. Dalam perkembangan terakhir, ada data-data yang dapat memberikan gambaran umum secara umum perihal keadaan sekolah ini.

TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal sampai saat ini telah memiliki siswa sejumlah 138 orang dengan jumlah ruang belajar 8 kelas, yang terdiri dari kelas A sebanyak tiga kelas. Sedangkan kelas B sebanyak lima kelas. 

Sedangkan jumlah guru yang mengajar waktu itu berjumlah 11 orang dan dibantu seorang pegawai administrasi. Dalam kurun waktu yang usianya sudah mencapai 70 tahun, TK ‘Aisyiyah menapaki perjalanan hidupnya relatif stabil. Dari segi jumlah siswa yang mendaftar dari tahun ke tahun menyesuaikan dengan jumlah kelas yang ada. 

Sedangkan luas tanah tidak bertambah dan bangunan fisik gedung pun bentuknya masih seperti sedia kala, kecuali ada sedikit perubahan. Dengan demikian bangunan fisik TK Aisyiyah sampai saat ini masih menyisakan wajah masa lalu.

Penutup

Dengan uraian diatas kiranya kita dapat memahami bahwa sejak keberadaan organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di daerah Buleleng, kiprahnya di tengah-tengah masyarakat, baik pada masa kolonial sampai pada era reformasi ini telah banyak berperan serta memberikan kontribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, khususnya dalam dunia pendidikan.  Sesungguhnya hal ini juga telah menjadi komitmen dan tanggung jawab bersama oleh seluruh komponen bangsa dalam mengatasi keterbelakangan. Namun demikian, pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyatnya maju dalam dunia pendidikan. 

Periodesasi Jabatan Kepala Sekolah TK ‘Asyiyah Singaraja

  1. Soeparmi (1954 – 1962)
  2. Siti Handayaningsih (1962 – 1967)
  3. Siti Soepadminah (1967 – 1979)  
  4. Siti Aminah Said (1979 – 2001)
  5. Nurlela Sulaiman (2001 – 2012)
  6. Arsini Atrif, A.Ma.Pd (2012 – 2014)
  7. Wardah Basnan, S.Pd (2014 – 2015)
  8. Wahyu Hidayati, S.Pd (2015 – )

Ketua Bagian Pendidikan

  1. Mohamad Nasib (1954-1968 – Masa TK ‘Aisyiyah)
  2. Nariasih Djafar (1968- 1982)
  3. Suryantini Agustina, BA (1982-1985)
  4. Siti Aminah Hamid (1985-1995)
  5. Balina Januarini, S.Pd (1995-2000)
  6. Anik Rusmiati, S.Pd
  7. Sriyani Sadikin , A.Ma.Pd (2010 – 2014)
  8. Lilik Mariana, S.Pd ( 2014- ) 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *