Lady Diana, Rose of England

  • Oleh Drs. Yuskardiman, M.Pd

KEMARIN, 6 September 2024, genap 27 tahun cinderella dari Kerajaan Inggris Raya dimakamkan. Upacara pemakaman yang disaksikan lebih 1 milyar pemirsa.  

Lady Diana dan kekasihnya, Dody Al Fayed, meninggal di salah satu underground di Paris. Pada 31 Agustus 1997. Jenazah Sang Putri kembali ke tanah Inggris untuk dimakamkan secara protokoler layaknya Princes of Wales. 

Seluruh Inggris berduka. Elton John menyanyi mengiringi jenazah. “Mawar England”. Jutaan orang menangis sendu. 

Putri yang begitu dicintai karena kecantikan, keanggunan dan kelembutannya telah dicampakkan oleh Pangeran Charles yang sekarang menjadi Raja Charles III, bersama selingkuhannya Camilla. Sampai saat ini, menurut hasil survei, Camilla wanita paling dibenci oleh rakyat Inggris, karena dianggap penyebab rumah tangga Pangeran Charles dan Lady Diana goyah. 

Kecantikan Lady Diana tiadatara. Ke manapun pergi, sorotan tertuju kepada matanya yang indah, rambut blondy, dan senyum menawan. Serasi dengan busana yang dikenakan. 

Charles cemburu. Media lebih tertarik meliput istrinya, ketimbang dia, pewaris tahta. Kecintaan rakyat Inggris bertambah tambah ketika Pangeran William dan Harry lahir. Lengkap sudah kebahagiaan warga Inggris karena pewaris tahta terjaga. 

Namun kecemburuan Pangeran Charles kemudian dilampiaskan kepada Camilla yang lebih mengerti diajak bicara ketimbang Lady Diana yang dianggap Charles berlebihan memamerkan kecantikannya. Padahal sebelum menikah, Lady Diana hanyalah salah satu “penggemar” Pangeran Charles yang dikelilingi wanita-wanita yang mengharap dinikahinya. 

Tinggal di istana, dengan kekayaan melimpah, pewaris tahta, istri super cantik, justru membuat Charles tidak bahagia. Bahasa rumahtangga adalah bahasa hati, bukan bahasa yang dimuat tabloid Inggris yang selalu dibumbui sensasi. Ketika hati berpaling, kehancuran tinggal tunggu waktu saja. 

Mulai terlihat Lady Diana sering berjalan sendiri, sementara hubungan Charles dengan Camilla semakin santer. Akhirnya Lady Diana memutuskan keluar istana. Namun ke manapun Diana  pergi paparazzi mengikuti. 

Rakyat Inggris bersimpati kepada Diana yang disia-siakan Pangeran Charles. Berkali-kali Diana menjelaskan bahwa dia hanya menjalankan kewajibannya sebagai anggota keluarga kerajaan. Tidak ada maksud mencari popularitas. Dan tidak ada lelaki lain di hatinya. 

Diana hanya berniat mengabdi. Mengingat dia wanita biasa yang dinikahi pangeran pewaris tahta. Namun semuanya terlambat. Sudah ada orang ketiga di antara keduanya. 

Di saat di luar istana, Diana kemudian menjalin hubungan dengan pangeran ganteng pengusaha sukses dari Arab Saudi. Dody al Fayed. 

Kerajaan tidak ingin dipermalukan dengan ulah sang permaisuri yang mengotori trah kerajaan. Sampai sekarang kematian keduanya dianggap misterius. Ada yang menduga hasil operasi intelijen. 

Rakyat Inggris menyalahkan Pangeran Charles. Waktu Ratu Elizabeth mangkat, terdengar keinginan agar tahta langsung diserahkan kepada Pangeran William, anak tertua Lady Diana. Namun Charles tidak berkenan. Pelantikan Charles menjadi raja harusnya Lady Diana yang mendampingi. Bukan “nenek sihir” Camilla.

Kemarin, 6 September, kembali kisah Lady Diana dibuka kembali. Orang tidak lupa akan kecantikannya, keanggunannya dan kesederhanaan. Kehadiran selalu dirindukan banyak orang. Lagu “Rose of England” Elton John kembali mengalun pilu mengingatkan kepergian cinderella dari Wales yang begitu memesona namun harus berakhir tragis. []

*) Penulis adalah Ketua LSBO PD Muhammadiyah Buleleng

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *