Bincang-bincang Sehat di PAP Muhammadiyah Buleleng, Ini Cara Melawan Mpox

SuaraMu Buleleng – Majelis Tarjih, Tajdid dan Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi (PAP) di Perguruan Muhammadiyah Singaraja, Ahad (8/9/2024). Kali ini membahas tema “Mengenali dan Mewaspadai Virus Monkeypox” dengan narasumber Wakil Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, dr. Rizani, M.Ked.

PAP dihadiri segenap unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Buleleng, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiyatul ‘Aisyiyah Buleleng, IMM, IPM dan warga Muhammadiyah di Buleleng. Acara diawali dengan sarapan pagi bersama. 

Ketua Majelis Tarjih, Tajdid dan Tabligh PD Muhammadiyah Buleleng, Bakhtiar, S.Sy., dalam sambutannya mengajak warga Muhammadiyah Buleleng untuk terus-menerus menggembirakan setiap kegiatan Muhammadiyah.

“Minimal dengan menghadiri acara PAP ini dan kegiatan pengajian lain yang kita selenggarakan,” ujarnya.

Sementara narasumber dr. Rizani, M.Ked. berharap, PAP kali ini menjadi BBS atau bincang-bincang sehat, bukan BBH (bincang-bincang harat). Dr. Rizani lantas mengingatkan hadirin akan pesan Rasulullah SAW, bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. 

“Dan itu terbukti. Sekarang banyak penyakit yang muncul karena tidak bersihnya kita. Selain bersih secara fisik, juga lebih-lebih bersih secara psikis,” katanya. 

Menurutnya, salah satu cara agar kita tetap bersih adalah membiasakan cuci tangan. “Ini sering kita lupakan. Anjuran WHO cuci tangan di bawah air yang mengalir, dengan lima atau enam kali. Cuma kita sering abai. Padahal kalau kita terapkan ini, insya Allah penyakit tidak menerpa kita,” paparnya. 

Terkait virus monkeypox, menurutnya WHO meminta jangan menggunakan istilah monkeypox, melainkan cukup disebut mpox. Sebab, penyebarannya bukan hanya lewat monkey, melainkan juga bisa lewat tikus, tupai, dan binatang pengerat lainnya. 

“Kita tahu prilaku monkey konotasinya selalu buruk. Apalagi tikus, apalagi tikus berdasi. Tupai juga begitu, pindah sana pindah sini. Orang suka pindah partai itu seperti prilaku tupai,” papar dr. Rizani, sedikit melemparkan joke.

Dijelaskan, Mpox ditularkan dari manusia ke manusia setelah dari monkey. Virus ini tergolong satu keluarga dengan cacar dan herpes. Gejalanya mirip-mirip, terutama dengan cacar air. cacar seperti air. “Mpox ini bisa menyerang kelenjar getah bening,” jelasnya.  

Gejala Mpox, kata dia, di antaranya panas lebih dari 38 derajat Celcius, muncul benjolan, tapi isinya seperti nanah. “Kalau cacar air hanya di permukaan, kalau Mpox masuk ke dalam, sehingga kesembuhannya itu menimbulkan bekas yang nyata,” katanya. 

Lokasinya tertentu, namun pada awalnya yang khas dari Mpox ini adalah muncul benjolan di telapak tangan dan telapak kaki. “Yang harus diwaspadai adalah Mpox ini bisa menimbulkan kematian. Seluruh tubuh muncul benjolan-benjolan yang lebih besar dari cacar air,” tambahnya.

Dikatakan ada dua tipe Mpo, yakni tipe 1 dan tipe 2. Yang membahayakan atau menimbulkan kematian, kata dia, yakni tipe 1B. “Kalau sudah terjangkit tipe 1B biasanya menimbulkan kematian. Kalau tipe 2 bisa sembuh,” ungkapnya. 

Dr. Rizani menjelaskan, Mpox tipe 2 karakteristiknya mirip dengan cacar air. Artinya dia bisa sembuh sendiri, tanpa diintervensi. Dijelaskan juga, Mpox merupakan virus dan sebagaimana sifatnya virus, Mpox sulit sekali untuk dibasmi. “Dia hanya bisa lawan dengan imunitas kita, kekebalan kita. Oleh karena itu, pengobatannya adalah meningkatkan sistem imunitas. Sistem kekebalan kita. Juga dengan memberikan antivirus, tetapi yang paling utama meningkatkan kekebalan,” tandas dr. Rizani. (smb)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *