SuaraMu Buleleng – Bullying merupakan sebuah permasalahan serius yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional individu yang menjadi korban. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan dampak buruk dari bullying.
Untuk itu, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja menggelar seminar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Stop Bullying”. Acara digelar di Masjid Al Manar Singaraja, Senin (25/3/2024).
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaddudin Syamil, S.Pd., menyampaikan, bahwa generasi Gen Z adalah generasi yang rentang terhadap pembulian. “Jadi kalau terjadi pembulian segera untuk dilaporkan kepada guru dan pegawai di sekolah,” ujarnya.
Dikatakan, kegaiatan ini merupakan tindakkan preventif terkait tindakan tegas dan upaya SMP Muhammadiyah 2 Singaraja dalam pencegahan bullying.
Sementara Bella Savira Fitriana, S.Psi sebagai pemateri seminar P5 menegaskan bahwa buli itu bukan bercanda. Contohnya kalau ada salah satu teman kita yang tidak terima dengan canda kita artinya kita sedang dibuli, karena ada salah satu pihak yang dikorbankan.Tapi kalau bercanda itu sama-sama bikin ketawa dan bahagia bersama tanpa ada yang merasa terdzalimi. “Maka dari itu siswa/siswi harus bisa membedakan mana membuli dan mana bercanda,” katanya.
Muhammad Fardiansyah selaku moderator mengingatkan bahwa bulan puasa ini menjadi bulan untuk melatih dan mendidik siswa/siswi SMP Muhammadiyah 2 Singaraja agar tidak gampang menghina, mencaci, dan membuli sesama saudaranya sendiri.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Nabi Muhammad SAW diutus di muka bumi ini tiada lain tiada bukan kecuali untuk menyempurnakan akhlak,” jelasnya.
Dalam hadis disebutkan, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Al-Baihaqi).
Oleh sebab itu, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja akan menjadi garda terdepan dalam mengkampenyakan “Stop Bullying”, terutama di lingkungan sekolah SMP Muhammadiyah 2 Singaraja. (smb)

