- Oleh Drs. Yuskardiman, M.Pd., PNP.
SETELAH perang dunia kedua berakhir, dunia terbagi menjadi tiga blok: Blok Barat, Blok Timur dan Non Blok. Blok Barat dipimpin Amerika Serikat, Blok Timur oleh Uni Soviet. Keduanya terlibat apa yang diistilahkan sebagai perang dingin. Bersaing di semua lini untuk merebut hegemoni,
Tanpa kecuali dalam bidang olahraga. Jika Amerika Serikat merajai olahraga otot lewat olahraga tinju, terutama kelas berat yang paling bergengsi. Memunculkan nama-nama petinju legendaris seperti Muhammad Ali, George Forman dan Mike Tyson.
Uni Soviet merajai olahraga otak, yaitu catur. Dekade 60-an sampai Uni Soviet bubar juara dunia catur tidak pernah lepas dari negara yang satu ini. Memunculkan nama-nama seperti Botwinik, Anatoly Karpov, Vladimir Kramnik, Borris Spasky, dan Garry Kasparov.
Era 1990-an, ada pecatur Indonesia yang berhasil menembus peringkat 9 dunia, atas nama Grand Master (GM) Utut Adianto. Dalam salah satu kesempatan ia mengatakan bangga menjadi 10 besar pecatur terbaik di dunia. Dan -ini yang menarik- “Saya satu-satunya dari 10 besar yang bukan Yahudi”.
Yang terjadi kemudian perebutan juara catur dunia semakin meriah, bukan hanya memperebutkan tropi dan hadiah, tapi untuk mematahkan mitos Yahudi selalu mendominasi. Apalagi sudah 10 tahun juara dunia dipegang Magnus Carlsen, dari negara yang tidak punya tradisi catur yang kuat, Norwegia. Jenius catur ini juga Yahudi.
Maka India, Tiongkok, Jepang dan Iran berambisi mematahkan mitos ini. Keberhasilan pertama diraih oleh pecatur India, GM Viswanathan Anand.
Pada tahun 2007, Anand menumbangkan Kramnik dalam dwi lomba yang berlangsung seru. Tahun 2007 tercatat sebagai tahun tumbangnya dominasi Yahudi. Namun, tidak lama, setelah enam tahun menjadi juara dunia 2007-2013, Anand dikalahkan Magnus Carlsen, yang lima kali menjadi juara bertahan antara tahun 2013-2023.
Dominasi Carlsen dipatahkan pecatur China GM Ding Liren. Tahun 2023, Deng juara dunia sampai sekarang.
Bagaimana dengan pecatur muslim? Selalu bersaing ketat untuk merebut kandidat menjadi penantang juara dunia. Dalam dwi lomba tahun ini, GM Alireza Firouzja dari Iran sama dengan pecatur Jepang GM Nakamura yang pindah kewarganegaraan ke Amerika untuk merebut peluang juara.
Reza pindah ke Perancis. Saat masih warga negara Iran, Reza terkendala menjadi juara karena selalu dilarang main saat bertemu pecatur Israel. Akhirnya memang pemerintah Iran mengabulkan permintaan Reza untuk pindah warga negara. Alireza saat ini menduduki peringkat 6 dunia dengan Elo Rating 2.777.
Semoga pecatur Iran yang lahir 18 Juni 2003 ini bisa membawa nama harum pecatur Muslim pertama yang menjuarai catur dunia.
Catur adalah olahraga otak yang tidak bisa dikalahkan oleh intelegensia algoritma. Karena catur mengandung seni bertahan dan menyerang berdasarkan insting dan naluri berpikir. Hal yang tidak dimiliki komputer Deep Blue yang dikalahkan Garry Kasparov tahun 2007 dalam dwi lomba eksebisi. Komputer hanya menganalisa data. Manusia punya strategi, kalkulasi dan nurani. []
*) Penulis adalah Ketua Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga PD Muhammadiyah Buleleng/PNP Pelatih Nasional Pratama Catur

