Malam Ketetapan, Lailatul Qadr

  • Oleh dr. Rizani, M.Ked.

UDARA sejuk, tidak panas dan tidak dingin. Mungkin ini malam Lailatul Qadr. Tingkatkan permohonan di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Yaa Allah, Engkau Maha Pengampun, dan Engkau Menyukai Ampunan, maka ampunilah kami.

Ada tanda-tanda yang terjadi pada malam Lailatul Qadr. Dan ada tanda-tanda yang terjadi setelah malam Lailatul Qadr.

Tanda-tanda yang terjadi pada malam Lailatul Qadr: Bulan memiliki kelopak mata setengah.

Rasulullah SAW bersabda, “Bulan terbit di kelopak mata terbelah”. Diriwayatkan oleh Muslim.

• SLIP = Setengah bulu mata = setengah piring (setengah bulan)

Bulan seperti itu, jika kamu melihat bulan setengahnya, ketahuilah, bahwa malam ini adalah malam Lailatul Qadr dan berdo’alah kepada Allah di dalamnya. Berdo’alah dan istighfar. Ikutilah bulan itu, maka kamu akan melihatnya dengan izin Allah.

Rasulullah SAW bersabda, “Malam Lailatul Qadr adalah bidikan malam yang mudah, tidak panas maupun dingin”. Diriwayatkan oleh Ahmed Basind Hassan

• Mudah = malam yang penuh dengan kepastian, ketenangan, ketenangan, kelegaan pikiran, dan kenyamanan psikologis yang dirasakan oleh orang-orang yang percaya.

• Tembakan = berarti sangat terang, melihat langit seperti hari dan langit pun duduk bercahaya dan terang. Karena malaikat turun dan turun boom boom boom.

• Tidak panas tidak dingin = cuaca ringan; tidak panas tidak dingin. Anda merasakan suasana yang ringan di dalamnya (malam kuning).

Tanda-tanda yang terjadi setelah malam Lailatul Qadr: Dalam satu tanda hanya terjadi di pagi hari malam Lailatul Qadr. Jika tanda ini muncul, yakinlah, bahwa ini adalah malam ketetapan.

Matahari terbit paginya tidak memiliki sinar. Assalamu’alaikum. Salam Sejahtera. “Di pagi hari malam ketetapan, matahari terbit tanpa sinarnya, seolah-olah ia terbang hingga terbit.” H.R.Muslim.

Allah SWT berfirman: Bismillahirrahmanirrahim. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang penuh ketentuan. Dan kamu tidak tahu pada malam penghakiman. Malam ketetapan lebih baik dari seribu bulan. Malaikat dan roh turun di dalamnya.”

Jatuhnya malam Lailatul Qadr akan berbeda setiap tahunnya. Hal ini juga tersemat dalam kutipan hadist populer.

“Dari Aisyah RA pula, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadr itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR Bukhari)

Menurut pendapat Imam Syafi’i, dari tanggal-tanggal ganjil itu, tanggal 21 dan 23 Ramadhan dianggap sebagai yang paling potensial. Sementara mayoritas ulama lain berpendapat kemungkinan malam Lailatul Qadar terjadi pada 27 Ramadhan.

Berdasarkan pendapat para ulama, berikut perkiraan jadwal malam Lailatul Qadar di Ramadhan 2024:

1. Malam ke-21 Ramadhan atau Minggu (31/3) malam hingga Senin (1/4) dini hari.

2. Malam ke-23 Ramadhan atau Selasa (2/4) malam hingga Rabu (3/4) dini hari.

3. Malam ke-27 Ramadhan atau Sabtu (6/4) malam hingga Minggu (7/4) dini hari.

4. Malam ke-29 Ramadhan atau Senin (8/4) malam hingga Selasa (9/4) dini hari. []

*) Penulis adalah Wakil Ketua PD Muhammadiyah Buleleng

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *