- Oleh dr. Rizani, M.Ked.
TAHUKAH kamu bagaimana keadaan mayat setelah ia dikuburkan? Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ada berbagai macam keadaan mayat di dalam kuburnya. Misalnya ada yang menangis dan tertawa, serta ada yang disempitkan dan dilapangkan kuburnya.
Sebelum mayat mengalami peristiwa-peristiwa di alam kuburnya seperti pertanyaan dari malaikat,mendapatkan adzab atau nikmat kubur, dan sebagainya, ternyata mayat sudah mengalami hal-hal ghaib yang tidak mampu ditangkap oleh panca indra manusia. Misalnya pada saat jenazah dikebumikan, maka orang-orang diasekitarnya tidak bisa mengetahui apa yang dialami oleh saudaranya yang telah dimakamkan tersebut.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda; “Apabila jenazah telah dibawa oleh orang-orang di atas pundak-pundak mereka (menuju kubur), seandainya pada masa hidupnya ia adalah orang yang sholeh, ia akan mengatakan, ‘Segerakanlah aku!!!, segerakanlah aku!!!”.
Namun jika ia dahulu orang yang tidak sholeh, ia akan mengatakan, “Celaka !!! Hendak kemana kalian membawa jenazah ini!!! Seluruh makhluk dengar suara tersebut, kecuali manusia. Andaikata seseorang mendengarnya, pasti dia akan pingsan.” (HR. Bukhari, No. 1314).
Di mana pada saat itu posisi mayat sangat dekat dengan orang-orang yang masih hidup, yaitu dipikul di atas pundak-pundak pembawa jenazah, namun hal itu tidak membuat orang-orang di sekitarnya mendengar apa yang dikatakan oleh si mayat karena dimensi mereka sudah berbeda.
Kemudian dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya apabila mayat telah dikuburkan, maka dia mendengar derap alas kaki orang yang mengantarkannya saat kembali dari tempat pemakaman.”
Dan jika ia seorang Mukmin, maka ibadah sholatnya akan berada di kepalanya, ibadah puasanya berada disamping kanannya dan zakat di sebelah kirinya. Sedangkan seluruh perbuatan baiknya seperti sedekah, silahturahim, amalan yang ma’ruf dan perlakuan baiknya akan berada di kedua kakinya.
Kemudian ia didatangi dari arah kepalanya, maka amalan sholatnya berkata “Tidak ada tempat dari arahku (untuk mengganggu orang ini)”. Lalu ia juga didatangi dari sebelah kanan sehingga amalan puasanya pun berkata, “Tidak ada tempat dari arahku.” Selanjutnya ia kembali didatangi dari arah-arah lainnya, namun semuanya mengatakan hal yang sama, “Tidak ada tempat dari arahku”.
Selanjutnya dikatakan kepadanya, “Duduklah dengan tenang”. Kemudian orang Mukmin itu duduk dan ia diibaratkan seperti matahari yang tenggelam. Dan para malaikat akan bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu katakan tentang lelaki yang diutus kepada kalian (maksudnya adalah Nabi Muhammad)? Lantas apa yang engkau persaksikan atasnya? Maka orang Mukmin itu menjawab, “Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan sholat terlebih dahulu.”
Kemudian dikatakan kepadanya, “Engkau boleh mengerjakannya, namun jawablah terlebih dahulu pertanyaan yang kami ajukan kepadamu. Apa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berada di tengah-tengahmu, lantas apa komentarmu? Apa yang engkau persaksikan atasnya?”
Maka orang Mukmin itu menjawab, “Lelaki itu adalah Muhammad, aku bersaksi, bahwa dia itu Rasulullah, dan dia telah datang kepada kami dengan membawa kebenaran dari sisi Allah SWT.”
Kemudian dikatakan kepada mayat itu, “Kamu benar, dan kamu telah hidup berdasarkan keyakinan ini, dan meninggal dunia juga dengan keyakinan ini dan akan dibangkitkan berdasarkan keyakinan ini Insya Allah.”
Selanjutnya dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu surga, dan dikatakan kepadanya, “Inilah tempat tinggalmu dan segala isinya telah dipersiapkan Allah untukmu. Oleh karena itu, sang mayit pun merasa lebih bahagia dan gembira.”
Setelah itu dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu neraka, sambil dikatakan, bahwa “Inilah tempat tinggalmu dengan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah jika kamu berbuat maksiat kepada-Nya, maka ia akan semakin merasa bergembira dan bahagia karena tidak termasuk golongan ahli maksiat.”
Selanjutnya kuburan si mayat itu dilapangkan sepanjang 70 hasta, dan diberikan lampu penerang, dan jasadnya pun dikembalikan seperti semula. Lalu ruhnya diletakkan ke dalam burung yang bertengger di atas pohon dalam surga.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit (ucapan yang teguh) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS Ibrahim: 27)
Akan tetapi jika si mayat tersebut adalah seorang kafir, maka ia akan didatangi dari arah kuburnya dan tidak ditemukan satu apa pun yang bisa melindunginya. Dan begitu selanjutnya dari arah lainnya. Maka dikatakan kepadanya “Duduklah”.
Lantas ia pun duduk dengan perasaan takut dan gelisah. Kemudian ditanyakan kepadanya, ‘Apa yang dulu kamu katakan tentang lelaki yang berada di tengah-tengah kalian?”
Dimana pada saat itu ia telah diberi petunjuk tentang nama lelaki tersebut, yaitu Nabi Muhammad SAW. Namun orang kafir itu pun menjawab, “Aku tidak tahu, memang dulu aku mendengar orang- orang telah mengatakan sesuatu,maka akupun ikut-ikutan apa yang mereka katakan.”
Setelah itu dikatakan kepadanya, “Berdasarkan ketidaktahuan inilah kamu menjalani hidup, dan berdasarkan keraguan inilah kamu mati, dan berdasarkan keraguan inilah kamu akan dibangkitkan dari kubur, Insya Allah”.
Setelah itu dibukakan untuknya salah satu pintu neraka dan dikatakan kepadanya, “Inilah tempat tinggalmu di negaa dengan segala isinya yangg telah dipersiapkan Allah untukmu.”
Sehingga ia merasa rugi dan menyesal. Selanjutnya dibukakan untuknya salah satu dari pintu-pintu surga dan dikatakan kepadanya: dan inilah tempat tinggalmu di surga jika taat kepada Allah SWT. Sehingga semakin menyesal dan merugilah si mayit tersebut.”
Selanjutnya disempitkan kuburannya hingga tulang-tulang rusuknya saling bertindih dan menjadi ringsek. Dan itulah kehidupan sempit yang telah disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya :
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatanku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.” (QS Thaha: 124)” [HR. Ibnu Hibban, 777; Mawarid al-Hakim, 1/379]
Tahapan mati di kuburan, malam pertama sampai 25 tahun
Pada malam pertama:
Di alam kubur, kebusukan dimulai pada tingkat perut dan lega. Subhanallah, perut dan kelegaan adalah dua hal yang paling utama, perjuangan Adam dan pelihara mereka di dunia, dua hal yang hilang oleh Allah SWT karenanya, akan diperbaiki pada hari pertama di alam kubur. Setelah itu tubuh mulai mengambil warna hijau, maka tubuh hanya akan mengambil satu warna.
Hari kedua:
Di alam kubur organ mulai membusuk, limpa, hati, paru-paru dan usus.
Hari ketiga:
Di dalam kubur organ-organ itu mulai menghasilkan bau busuk.
Setelah satu minggu
Pembengkakan mulai muncul pada tingkat wajah: yaitu mata, lidah, dan pipi.
Setelah sepuluh hari:
Hal yang sama akan terjadi, yaitu pembengkakan, tetapi kali ini pada tingkat organ: perut, dan panggul.
Setelah dua minggu:
Rambut mulai rontok.
Setelah 15 hari:
Lalat biru mulai menyedot dan cacing-cacing mulai menutupi seluruh tubuh.
Setelah enam bulan:
Tinggal kerangka.
Setelah 25 tahun:
Struktur ini akan berubah menjadi benih dan di dalam benih akan ditemukan tulang kecil yang disebut heran: dosa tulang inilah orangnya.
Kami akan mengirimkan melalui Dia pada hari kebangkitan.
Inilah tubuh yang selalu kami jaga …..
Inilah tubuh yang kita tidak mentaati Allah SWT. []
*) Penulis adalah Wakil Ketua PD Muhammadiyah Buleleng

