Pelatihan Jurnalistik Warnai Milad Muhammadiyah Ke-113 di Kabupaten Buleleng

SuaraMu Buleleng – Pelaksanaan Pelatihan Dasar Jurnalistik yang digelar pada Sabtu (22/11/2025) menjadi salah satu agenda yang memeriahkan rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 di Kabupaten Buleleng. Meski hujan turun sejak pagi, para peserta tetap antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang kelas SD Muhammadiyah, yang dihadiri oleh aktivis serta tenaga kependidikan dari Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Kegiatan ini dibuka oleh Nyoman Dodi Irianto, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Buleleng yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF dan Majelis Pustaka dan Informasi. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kemampuan menulis berita merupakan keterampilan penting bagi warga persyarikatan untuk membangun budaya literasi yang kuat.

“Menulis berita bukan hanya untuk dokumentasi kegiatan, tetapi juga untuk membangun budaya literasi dan menghidupkan tradisi intelektual Muhammadiyah,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Putu Eka Candra Kusuma dari Kominfosanti Buleleng. Ia mengupas dasar-dasar jurnalistik dan kehumasan melalui analogi unik, yakni perumpamaan pedagang mie ayam.

“Organisasi ini ibarat warung mie ayam. Publik yang ingin Anda sasar ibarat pelanggan dan calon pelanggan. Mie ayam buatan Anda adalah pesan organisasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Penyampaian tersebut mendapat banyak respons positif. Para peserta mengajukan pertanyaan seputar advertorial serta teknik membuat judul berita yang menarik. Salah satunya datang dari Ibu Yeni, dosen Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, yang menanyakan cara menyusun headline yang efektif. Narasumber menjelaskan bahwa terdapat lima unsur daya tarik psikologis yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan judul yang ringkas namun menggugah minat baca.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung dipandu oleh jurnalis senior, Yahya Umar. Para peserta dibimbing menentukan angle, memilih narasumber, hingga menulis lead berita secara cepat dan tepat. Suasana ruang kelas pun seketika berubah layaknya ruang redaksi mini; peserta tampak sibuk mencatat, mencari kutipan, dan menyusun draf berita dalam waktu terbatas.

Hingga kegiatan berakhir, hujan tidak mengurangi kehangatan dan semangat peserta. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman praktik yang memperkuat kapasitas literasi media di lingkungan AUM Buleleng. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir lebih banyak jurnalis muda Muhammadiyah yang siap menghidupkan tradisi literasi di persyarikatan. (Laporan Saffaanah Mubaarokah)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *