SuaraMu Buleleng – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDA) Buleleng menggelar Sekolah Lansia Berdaya di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, Ahad (28//2025). Sekolah Lansia Berdaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia, agar menjadi lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermanfaat.
Ketua Panitia Sekolah Lansia Berdaya PD ‘Aisyiyah Buleleng, Rahayu Syafitri, menjelaskan, sebanyak 23 lansia yang menjadi peserta Sekolah Lansia Berdaya ini. “Acara ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi, juga untuk meningkatkan kebersamaan, menjaga kesehatan fisik dan mental, dan saling berbagi pengalaman,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut membawa manfaat baik dari segi ilmu, pengalaman, kebahagiaan, maupun menjadi momen yang menginspirasi dan mempererat tali silaturahmi.
Sementara Ketua PD ‘Aisyiyah Buleleng, Dra. Hj. Supartini, menjelaskan, sebenarnya program Sekolah Lansia Berdaya merupakan program dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Program tersebut kemudian diturunkan ke wilayah dan ke daerah-daerah.
“Tujuan dari Sekolah Lansia Berdaya ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia, agar dapat menjadi lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermanfaat,” tegasnya.
Ketua Majelis Kesehatan dan LPPA PW ‘Aisyiyah Bali, Aida Fitriana, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyatakan, ibu-ibu yang mengikuti Sekolah Lansia ini tentu niatnya untuk mencari ridla dan rahmat Allah. “Karena di usia senja bukan akhir dari segalanya, tapi merupakan bonus yang Allah berikan kepada kita. Umur panjang dengan kondisi sehat, mandiri, sejahtera, semuanya merupakan nikmat dan anugerah Allah yang sangat besar dan patut kita syukuri,” katanya.
Aida juga menjelaskan, usia senja (lansia) sebenarnya merupakan usia yang indah. Kata dia, kalau kita melihat perjalanan waktu, waktu di senja hari itu merupakan waktu yang sangat indah. Sebagaimana kita melihat matahari menjelang tenggelam, itu sangat indah. Warnanya, perpaduan antara langit biru, ada semburat-semburat jingga, dengan matahari yang mulai berwarna keemasan.
“Artinya di usia senja, justru seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang merupakan kebaikan, menebar kebaikan, amar makruf dan sekaligus memadamkan api keburukan, nahi mungkar. Dua hal itu tidak bisa terlepas dalam kehidupan sehari-hari kita ini, sebagai orang yang akan menjadi contoh bagi anak-cucu kita,” ujarnya.
Sementara pemateri yang juga Sekretaris PD ‘Aisyiyah Buleleng, Prof. Siti Maryam, Sekolah Lansia Berdaya ini sebenarnya ingin memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi lansia dan tantangan-tantangannya untuk menghadapi usia senja.
“Bagaimana di usia senja kita masih memiliki suatu aktivitas, sehingga bisa dikatakan bisa masih berdaya,” jelas Prof. Siti Maryam yang juga Guru Besar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini.
Salah seorang peserta Sekolah Lansia Berdaya, Hj. Sriyani Sadikin, menyambut baik kegiatan ini. Sebab, menurutnya, Sekolah Lansia Berdaya ini akan meningkatkan hidup ibu-ibu yang usianya selama ini dianggap tidak berdaya akan menjadi lansia yang berdaya.
“Mudah-mudahan melalui Sekolah Lansia yang diselenggarakan oleh ‘Aisyiyah ini akan berkelanjutan, tidak hanya berhenti hanya hari ini saja. Tapi berkesinambungan, sehingga ibu-ibu ini bisa menjadi lansia yang mandiri, lansia yang sehat, lansia yang kreatif, dan lansia yang tidak tergantung kepada orang lain,” ujar mantan Ketua PD ‘Aisyiyah Buleleng ini.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Buleleng dan juga kepada panitia. Kata dia, di PD ‘Aisyiyah Buleleng hampir 40 % pengurusnya berusia lanjut. Karena yang menjadi panitia Sekolah Lansia ini mereka yang muda-muda.
“Mudah-mudahan ini akan menjadi hal yang benar-benar positif, membuat kita lansia berdaya, bukan lansia yang tidak berdaya,” tandasnya. (smb)

