Joke Akhir Tahun

  • Oleh Drs. Yuskardiman, M.Pd

HIDUP susah jangan diperturutkan. Jangan kelewat dipikir, buat santai saja. Dibawa guyon. Begitu saran nitizen diakun TikTok. 

Lantas joke atau guyonan apa yang lagi viral ? Tentu kasus korupsi tambang yang merugikan negara Rp 300 trilyunan yang dituntut 12 tahun. Lantas divonis hakim 6,5 tahun. 

Lucunya dimana ? Nitizen bikin kaos dengan tulisan, mau donk korupsi Rp 300 T dihukum 6,5 tahun. Bebas penjara, kaya tujuh turunan.

Yang lebih menggelitik lagi ada yang pake matematika dasar. Begini : Korupsi Rp 300 T dihukum 6,5 tahun alias 78 bulan. Rp 150 T ditahan 39 bulan. Rp 75 T ditahan 19,5 bulan. Rp 50 T ditahan 12,6 bulan. Ambil rata-rata korupsi 4 T dihukum sebulan. 

Artinya kita boleh bilang hukuman untuk kerugian negara Rp 134 milyar dihukum satu hari. 

Nah nitizen celometan lagi, mau ambil paket korupsi harian? Boleh. Sehari Rp 134 M. Anda mau ambil paket berapa hari. 

Bandingkan dengan pencuri ayam atau jemuran yang seharga Rp 100 ribu dihukum 3 bulan. Rasa keadilannya dimana? Ujar nitizen berlagak pilon.

Sementara dalam perayaan Natal, Presiden Prabowo Subianto (PS) berpidato tanpa teks. Mengungkap jati dirinya bahwa ibunya Nasrani. Ayah dan ibu tidak pernah bertengkar masalah agama. Dan anaknya jadi Presiden. Jemaat tepuk tangan. Saya contoh yang lahir dari keluarga Pancasila. 

Banyak yang lantas mengernyitkan dahi. Orang lantas membandingkan dengan Bung Karno. Proklamator ini tidak pernah mengekpose bapak-ibunya yang beda agama. Demi menjaga harmoni hidup bernegara. Nyoman Rai Srimben, ibunda Bung Karno, lahir di Singaraja, panggilan akrabnya Srimben yang lantas ikut suami tinggal di Blitar. Juga berpenampilan layaknya orang Jawa. 

Tidak pernah menemui Soekarno di istana, demi menjaga tidak diliput media. Dalam buku-bukunya, Soekarno tidak pernah menulis bahwa Pancasila menganjurkan kawin lintas agama. Kalau lintas suku memang ada, Soekarno menganjurkan amalganasi, kawin antarsuku. Demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. 

Kok jadi serius, mana guyonnya? Presiden paling senang guyon tentu saja Gus Dur. 30 Desember besok haul yang ke-13. Banyak tokoh orasi di Ciganjur, rumah Gus Dur. 

Yang paling heboh tentu Inayah, putri bungsu Gus Dur dengan gaya standup menarasikan pribadi bapaknya. Karena sibuk jarang pulang ngurusi umat lewat PBNU, ketika pulang dan Inayah yang membukakan pintu. Inayah nyeletuk: cari siapa om ? 

Guyon paling cerdas dan bikin heboh tentu saat Gus Dur diundang Istana Mangkunegaran Solo untuk menerima anugerah gelar bangsawan karena Gus Dur sangat berkontribusi menjaga budaya Nusantara. Sebagai budayakan Gus Dur dinilai ikut melestarikan budaya kraton. 

Untuk itu, Gus Dur diberi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH). Setelah bintang jasa disematkan Gus Dur bilang kepada sinuhun. “Saya tidak mau dipanggil Gusti,” kata Gus Dur. 

Kenapa Gus, kata sinuhun lembut. Takut sirik? Atau bid’ah? 

“Bukan. Kalau saya dipanggil Gusti, nama saya jadi ‘Gusti Dur’. Gak bangun-bangun.”  

Sinuhun ngakak. []

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *