- Oleh dr. Rizani, M.Ked.
TIDUR amat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan, dan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Sydney dan University of Southern Denmark menemukan, bahwa kurang tidur dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan jantung. Menurut temuan studi tersebut, kurang tidur dikaitkan dengan usia yang lebih pendek untuk kesehatan jantung.
Penelitian ini menganalisis pengalaman tidur dan riwayat medis lebih dari 300.000 orang dewasa paruh baya. Dan hasilnya mengejutkan. Orang dengan sleep apnea paling berisiko mengalami kesehatan jantung yang lebih buruk di masa depan. Tetapi faktor lain seperti tidur yang terfragmentasi, waktu tidur secara keseluruhan, mendengkur, dan aspek lain dari istirahat restoratif juga dapat memengaruhi kesehatan jantung.
Tidur yang buruk dapat berdampak yang signifikan terhadap kesehatan jantung dalam banyak hal. Misalnya, hal ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya. Hal ini juga dapat menyebabkan peradangan, yang merupakan faktor kunci dalam perkembangan penyakit jantung.
Selain dampak kesehatan jangka panjang, kurang tidur juga dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dalam banyak hal. Terlalu lelah meningkatkan risiko kecelakaan karena waktu reaksi yang lebih lambat dan kurangnya perhatian. Hal ini juga dapat menurunkan kinerja fisik harian seseorang, merusak fungsi metabolisme, dan meningkatkan peradangan.
Mengingat dampak signifikan dari kurang tidur terhadap kesehatan jantung, sangat penting untuk memprioritaskan tidur sebagai bagian dari rutinitas kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan. Hal ini termasuk mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam, serta mengatasi masalah tidur yang mendasari seperti sleep apnea atau insomnia.
Jika terjadi masalah tidur dalam bentuk apa pun, peran dokter penting untuk mengidentifikasi solusinya, terutama jika individu tersebut menerima perawatan kardiologi. Dokter dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan mendasar yang mungkin memengaruhi tidur individu tersebut, serta merekomendasikan perubahan gaya hidup atau perawatan untuk meningkatkan kualitas tidur.
Jika menelisik survei tahun 1940-an, rata-rata orang dewasa tidur selama 7,9 jam. Sekarang angka itu menjadi sekitar 6,75 jam. Semua penyakit mematikan di dunia modern berhubungan dengan kurang tidur. Waktu tidur malam yang pendek memicu berbagai penyebab kematian dini.
Tubuh kita menggunakan cahaya untuk menentukan kapan waktunya tidur dan bangun. Namun, ada cahaya buatan membuat gaya hidup berubah menjadi 24jam. Itu bertentangan dengan siklus sirkadian tubuh dan imbasnya, mengganggu waktu tidur. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan tidur malam selama 8 jam.
Tips agar tidur malam lebih berkualitas:
– Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari. Masyarakat modern kekurangan gelap. Cobalah mematikan lampu di malam hari. Nyalakan sebagian saja.
– Pastikan suhu kamar sejuk, sebab tubuh harus menurunkan suhu untuk bisa terlelap.
– Jangan tetap terjaga di tempat tidur karena otak akan menjadi terbiasa dengan hal ini. Jika masih belum terlelap setelah 15-20 menit, pergi ke ruang lain dan membaca. Saat sudah mengantuk kembali ke tempat tidur.
– Hindari caffein setelah pukul 15.00, sebab akan membuat terjaga dan mengganggu tidur.
– Jangan konsumsi alkohol. Itu sedatif, hanya membuat semakin lelah.
Kesimpulan:
Kurang tidur dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan jantung, dan sangat penting untuk memprioritaskan tidur sebagai bagian dari rutinitas kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan. Dengan mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam dan atasi masalah tidur yang mendasarinya, kita dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. []
*) Penulis adalah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng
Bahan bacaan: Buku Prof Matthew Walker: Why We Sleep.

