Baitul Arqam, Kegiatan yang Menyisakan Kerinduan

  • Oleh Imaduddin Syamil

BAITUL Arqam merupakan merupakan salah satu bentuk pembinaan di Muhammadiyah yang berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan. Tujuannya pun untuk meningkatkan pemahaman keislaman, menciptakan kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir bagi kami para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Kami pun bersyukur dengan diadakannya kegiatan pembinaan semacam ini. Mengingat, tak sedikit dari kami yang baru mengenal Muhammadiyah itu dari kulit luarnya saja. Padahal, banyak hal yang harus diketahui dari organisasi bentukan KH. Ahmad Dahlan ini. Kami sadar, bahwa sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, sudah seharusnya untuk mempelajari dan memahami apa itu Muhammadiyah lebih dalam lagi.

Selain diberikan penguatan tentang Muhammadiyah, kami pun dibina untuk mengedepankan kebersamaan antar guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Buleleng. Pasalnya, kebersamaan antar kami sangat jarang sekali terjadi. Saban hari, kami sudah disibukkan dengan aktifitas belajar mengajar di sekolah masing-masing. Kalau pun bertemu, mungkin hanya sebulan sekali ketika ada pembinaan bagi guru dan tenaga kependidikan. Itu pun hanya sebatas saling sapa, tidak intens untuk berbincang-bincang dan bersenda gurau sebagaimana yang terjadi Ketika Baitul Arqam ini.

Diawali dengan saling mengenal antara satu dengan lainnya, kegiatan pun dikemas lewat permainan. Permainan tersebut memanfaatkan kertas yang telah diremas-remas hingga berbentuk bola. Kemudian bola tersebut dilemparkan ke salah satu peserta. Peserta yang mendapatkan bola tersebut harus menyebutkan nama dan juga hobi peserta sebelumnya yang sudah memperkenalkan diri terlebih dulu. Kegiatan ini pun tak sedikit mengundang rasa dag dig dug dan juga gelak tawa para peserta.

Selepas perkenalan tersebut, kegiatan pun berlanjut dengan materi-materi yang memicu para peserta untuk saling berdiskusi dan juga mempertanyakan sesuatu yang menurut mereka masih membutuhkan penjelasan lebih dari pemateri. Kegiatan ini pun berlangsung hingga larut malam.

Esoknya, tepat pukul empat pagi, kami dibangunkan untuk bersama-sama melaksanakan shalat tahajud. Dinginnya Bedugul tak begitu kami hiraukan. Kami pun begitu larut dalam melaksanakan ibadah tersebut. Hingga adzan Subuh pun sayup-sayup terdengar dari masjid yang tak jauh dari lokasi kami menginap. Kami pun melaksanakan shalat subuh dan dilanjutkan dengan tadarus bersama. Setelah itu, kami pun bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan Outbound Team Building.

Dalam pelaksanaannya, kami para peserta didorong untuk mengenali kekuatan yang dimiliki dan mencari peluang untuk perbaikan. Dengan memaksimalkan kekuatan tim, tim dapat mencapai kinerja yang lebih baik dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Dan itu sangat dibutuhkan sekali oleh kami dalam memaksimalkan kinerja sebagai guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Buleleng.

Kegiatan pun diakhiri dengan penguatan kembali oleh Ayahanda Ali Susanto, M.Pd selaku ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng dan pembahasan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) di sekolah masing-masing.

Setelah itu, kegiatan pun berakhir. Kami pun kembali ke rumah masing-masing dengan menyisakan kerinduan akan kebersamaan yang telah dilalui bersama selama dua hari satu malam. Berharap, semoga rindu ini menemukan titik temu, hingga sampai pada satu tempat, di mana kita sepakat untuk kembali bergiat. []

*) Penulis adalah Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *