SuaraMu Buleleng – Inti ber-Muhammadiyah itu adalah teladan dan karya yang dirasakan oleh orang lain. Muhammadiyah dihajatkan bukan milik pribadi, melainkan dihibahkan untuk umat.
Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng, Moh. Ali Susanto, M.Pd., saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan Baitul Arqam bagi guru dan pegawai Perguruan Muhammadiyah Singaraja di Bedugul, Tabanan, Jumat, 8 Maret 2024.
“Jadi kita ber-Muhammadiyah itu karena ber-Islam. Ber-Muhamadiyah itu adalah apa yang dirasakan oleh orang lain, sebagai teladan dan karya. Makanya di mana-mana Muhammadiyah itu kalau ditawari jabatan biasanya semua menolak, tapi ketika ditawari pekerjaan, ditawari beramal bersama-sama, kita tidak menolak untuk itu,” ujar Moh. Ali Susanto.

Menurutnya, di Muhammadiyah itu bukan ditanyakan “siapa dia”, tetapi di Muhammadiyah itu selalu dipertanyakan apa yang sudah dilakoni atau dikerjakan untuk diri dan untuk orang lain. “Karena Muhammadiyah itu salah satu ideologinya adalah kita hidup tidak sendirian,” jelasnya.
Maka, tegas Moh. Ali Susanto, tidak ada kamus egois di Muhammadiyah. Tidak ada kamus merasa diri paling bisa. “Bayangkan Pak Ketua Majelis Dikdasmen (Drs. Sarwanto-red) pada saatnya harus ngangkat bumbu, mengangkat buah. Itu saya kira, tradisi dan kultur itu hanya ada di Muhammadiyah,” katanya.
Oleh karena itu, dalam Muhammadiyah, kita tidak pernah membawa ‘ini saya’. Tetapi di Muhammadiyah itu selalu menampakkan ‘ini yang sudah saya kerjakan’. Menurutnya, hal itu semacam itulah yang ingin ditularkan kepada peserta Baitul Arqam.
“Kita ini sudah kadung memilih untuk bersama-sama ada di lembaga yang namanya Perguruan Muhammadiyah. Supaya kita ini nyaman, tidak ada pilihan lain, kita berbaur, kita ikuti ritmenya. Walaupun mungkin kita di Muhammadiyah tidak memilih waktu lama, ada yang sebenarnya hanya mencari pengalaman di tempat kita. Tidak masalah. Ada yang kemudian tidak sekadar singgah tetapi jatuh hati,” tegas Moh. Ali Susanto.

Ditegaskan Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, di Muhammadiyah itu membantu apa yang bisa kita kerjakan. Karena Muhammadiyah itu dihajatkan bukan milik pribadi. “Ini (Muhammadiyah-red) adalah hibah buat umat,” tandasnya.
Sementara Ketua Panitia Baitul Arqam, yang juga Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PD Muhammadiyah Buleleng, Dr. Wahyudi, mengatakan, kegiatan Baitul Arqam ini diupayakan untuk mencapai sebuah tujuan,. Yakni melakukan pembinaan ideologi dan menciptakan kesamaan maupun cara berpikir dan perilaku kita di dalam aspek- aspek ke-Muhammadiyah-an yang pada akhirnya misi Muhammadiyah bisa dibumikan secara lebih seksama dan lebih progresif ke depan.
“Untuk itu, kita gunakan momentum indah hari ini, kita gunakan dengan menanggalkan tirai-tirai yang selama ini kurang positif. Kita fokus pada kegiatan pembinaan ini sehingga tidak ada kecanggungan di dalam melanjutkan menuntaskan kegiatan Baitul Arqam ini,” kata Dosen Olahraga di Undiksha Singaraja ini.

Kegiatan Baitul Arqam dilaksanakan selama dua hari, Jumat, tanggal 8 Maret sampai dengan Sabtu tanggal 9 Maret 2024. Kegiatan dilakukan bukan hanya di dalam ruangan, tapi juga di luar ruangan untuk membangun team building peserta.
“Baitul Arqam ini ingin menyatukan visi, ingin menyamakan paham, ingin membangun ideologi Muhammadiyah yang pada akhirnya ini masuk dalam cara pandang kita, wawasan kita, sikap kita, tindakan kita untuk menterjemahkan visi misi Muhammadiyah itu dalam setiap lingkup tugas yang melekat pada kita semuanya,” ujar Dr. Wahyudi.
Baitul Arqam diikuti 32 peserta dari pegawai dan guru SD Muhammadiyah Singaraja, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, dan SMA Muhammadiyah 2 Singaraja. Pemateri yang mengisi Baitul Arqam kali ini dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhmmadiyah Buleleng. (smb)

