SuaraMu Buleleng – Suasana Masjid Al-Manar di kompleks Perguruan Muhammadiyah Buleleng tampak berbeda pada malam Ahad (22/3/2025). Malam itu, salah seorang siswa SMP Muhammadiyah 2 Singaraja yang tergabung dalam program Mubaligh Cilik Spemda dipercaya menjadi imam sekaligus penyampai kultum sebelum salat tarawih.
Dengan suara lantang dan penuh ketulusan, siswa tersebut memimpin jamaah dalam salat tarawih yang diawali dengan kultum bertema “Ramadan sebagai Momentum Taubat dan Perbaikan Diri”. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan bulan suci ini sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Allah SWT telah menjanjikan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan amalan yang lebih baik,” ungkapnya di hadapan jamaah yang khusyuk mendengarkan.
Antusiasme jamaah, yang terdiri dari warga sekitar, terlihat jelas dalam respons mereka. Beberapa di antaranya mengaku terkesan dengan keberanian dan kepiawaian mubaligh muda ini, baik dalam memimpin salat maupun dalam membawakan kultum dengan bahasa yang jelas, lugas, dan penuh makna.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaduddin Syamil, S.Pd turut menyampaikan rasa bangganya terhadap para siswa yang aktif dalam program Mubaligh Cilik. “Program ini bertujuan untuk melatih kepercayaan diri dan membentuk karakter islami siswa SMP Muhammadiyah 2 Singaraja sejak dini. Kami berharap mereka bisa menjadi generasi penerus yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdakwah di masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk berperan aktif dalam syiar Islam dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
Masjid Al-Manar pun menjadi saksi betapa anak muda memiliki potensi besar dalam dakwah dan kepemimpinan di masa depan. (sbm)

