- Oleh Drs. Yuskardiman, M.Pd.
MAURITIUS, negara terkaya di Afrika bukan negara dengan sumber alam melimpah. Namun dengan SDM yang bagus berkat pendidikan yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya sangat baik. Rakyatnya menjunjung tinggi integritas.
Pemerintah Mauritius memberikan pendidikan gratis sampai setinggi rakyat mau menggapainya. Ini yang penting, negara tidak menganjurkan kejujuran. Tapi menentang keras setiap kecurangan. Karena kecurangan merusak sendi kehidupan. Seperti pesan yang tertulis pada misi dan visi di setiap jurusan di fakultas perguruan tinggi sesuai bidang keahlian masing-masing.
* Pasien gagal sembuh di tangan dokter yang lulus dengan curang. Bahkan mungkin meninggal. Dengan menyisakan tanda tanya.
* Bangunan gampang roboh di tangan insinyur yang lulus dengan curang. Bahkan dengan korban jiwa yang sangat besar.
* Perusahaan gagal untung di tangan akuntan yang lulus dengan cara curang. Bahkan dengan meninggalkan kerugian yang sangat banyak.
* Politisi gagal mensejahterakan rakyat. Karena curang saat lulus sekolah politik. Bahkan malah mempecundangi rakyat.
* Hakim gagal menegakkan keadilan jika lulus kuliah hukum dengan cara curang. Bahkan malah menimbulkan kedzaliman.
* Agama akan mati jika ulama yang dihasilkan dengan cara curang. Bahkan ikut menjual agama.
* Polisi gagal menegakkan ketertiban karena lulus polisi dengan cara curang. Bahkan malah ikut judi online. Membunuh anak sendiri agar kejahatannya tidak diketahui. Dan merekayasa kasus.
* Murid bakalan bodoh karena dididik oleh guru yang lulus secara curang. Bahkan lantas menghalangi penalaran. Membungkam kebebasan berpendapat.
* Rumahtangga hancur jika suami atau istri mulai berpikir curang. Anak-anak menjadi korban. Dan berpotensi menciptakan kemungkaran.
* Perdagangan bakalan hancur di tangan ekonom yang lulus secara curang. Bahkan meninggalkan banyak hutang.
* Peradaban akan hancur jika etika dan moral dicurangi. Bahkan lantas menimbulkan kecemasan akan masa depan.
* Olahraga bakal terpuruk jika peraturan dicurangi. Yang penting menang. Soal malu itu maluku bukan malumu.
* Kebodohan merajalela jika kebebasan dicurangi. Bahkan lantas dimanfaatkan oleh penguasa untuk memintarkan dirinya. Terlepas sesuai konstitusi atau tidak. Jika tidak sesuai, bukan rubah perilaku, tapi rubah konstitusinya.
Tuhan Allah SWT menciptakan dunia. Manusia merusaknya. Dengan bunuh membunuh, makan memakan, curang mencurangi.
Tuhan perlu mengirimkan utusan mengingatkan agar umat manusia mau berbagi, dermawan, berhati lembut dan ikhlas berkurban.
Keserakahan musti disembelih. Rasa cinta dan terimakasih musti dikembalikan kepada Sang Pencipta. []
*) Penulis adalah Ketua LSBO PD Muhammadiyah Buleleng

