- Oleh dr. Rizani
KESEHATAN adalah mahkota di atas kepala orang sehat, hanya orang sakit yang mengetahuinya.
Ketika seseorang sakit atau bezoek pasien atau memasuki rumah sakit, ia ingat frasa terkenal: “Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang sehat, yang hanya orang sakit yang dapat melihatnya.”
Makna kalimat ini jelas. Mahkota ini tak ternilai harganya, itu adalah jiwa yang berharga batu dan harta yang berlimpah. Biarlah yang sehat takut pada Rabb-nya, mengingat ridhonya dan tempatkan ia pada posisi yang ideal.
Yaa Allah, sembuhkanlah kami yang sedang sakit dan muslimin yang sedang sakit. Yaa Allah, ‘aamiin.
Ketika sakit, kamu membenci dunia dan apa yang ada di dalamnya dan tidak berharap apa-apa kecuali untuk sembuh dan tidak ada yang lain. Itulah mengapa pengkhianatan terbesar adalah mengkhianati kesehatanmu.
Sehat adalah mahkota di atas kepala orang-orang sehat. Yaa Allah sehatkanlah hati kami dan sembuhkanlah setiap sakit, lelah. Yaa Allah ‘aamiin yaa robbal ‘aalamiin.
Seluruh tanah di dunia tidak sama dengan kesehatan. Kesehatan adalah uang, hati nurani, dan mahkota di kepala manusia, dan tidak ada nasihat dari Tuhan atas Tuhan.
Kesehatan adalah mahkota pada kepala yang sehat.
Yaa Allah hilangkan kesedihan. Yaa Tuhan, manusia sembuhkanlah selagi Engkau Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali engkau. Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit. Hilanglah kesedihan, penguasa manusia.
Di tangan kesembuhan-Mu, tidak ada yang dapat mengungkapkannya, kecuali Engkau, Tuhan Semesta Alam.
Yaa Allah, aku memohon kepadaMu dari besar kebaikanMu, kemurahan Mu, serta perlindungan-Mu yang indah, agar sembuhkan setiap pasien dan beri dia kesehatan dan kesejahteraan.
Tidak ada perlindungan dan tidak ada keselamatan kecuali kepada-Mu. Engkau Maha Kuasa.
Tidak ada perlindungan dan tidak ada keselamatan kecuali kepada-Mu. Engkau Maha Kuasa.
Yaa Tuhan, berilah kesehatan bagi yang menderita, pengampunan bagi yang berdosa, belas kasihan bagi yang mati, dan sukacita bagi kami semua.
“Tiada yang seperti kewarasan di dunia ini. Jadi siapa pun yang memahaminya hendaklah memuji Allah.” []
*) Penulis adalah Dokter, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Buleleng

