- Oleh Ustadz H. Moh. Ali Susanto, M.Pd
MEMBAHAGIAKAN orang lain bukan hanya tindakan mulia yang dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga merupakan ajaran penting dalam Islam. Dalam agama Islam, kebahagiaan bukan hanya tentang memenuhi keinginan diri sendiri, tetapi juga tentang memberikan kegembiraan kepada orang lain di sekitar kita.
Dikutip dari buku The Real Happiness oleh Jebel Firdaus, manusia yang mampu memberikan banyak manfaat bagi manusia lainnya adalah yang paling dicintai.
Di dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari disebutkan:
Dari Abu Musa RA, dia berkata, Para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? ”Rasulullah menjawab, “Siapa yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (Shahih Bukhari)
Maksudnya, bahwa muslim yang paling utama adalah seorang muslim yang tidak merugikan orang lain, baik melalui lisan atau tindakannya. Muslim yang dalam kehidupannya sehari-hari tidak pernah merugikan orang lain, tidak mengganggu ketenangan orang lain, tidak membuat kecewa orang lain. Bahkan sebaliknya justru bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada sesamanya”.
Bahkan lebih utama lagi, dia mampu menciptakan kebahagiaan bagi orang lain, sebagaimana sabda Nabi SAW.
“Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda ’Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain’”. (HR. Thabrani)
Membuat gembira orang lain bisa dengan cara mau mendengarkan dengan seksama pembicaraan orang lain, berbicara dengan perkataan yang menyenangkan, senantiasa bersikap rendah hati, tidak merasa yang paling mulia sendiri, menghormati hak-hak orang lain dan sebagainya.
Ada beberapa keuntungan bagi orang yang bisa membuat gembira orang lain :
Pertama, haram disentuh api neraka, sebagaimana hadits Nabi Riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud RA :
Telah bersabda rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Maukah kamu aku tunjukkan orang yang diharamkan neraka baginya?” Para sahabat menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullah!” Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab: “(Haram tersentuh api neraka orang yang) Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (HR. At-Tirmidzi)
Golongan pertama yang haram disentuh api neraka adalah;
Hayyin. Yaitu orang yang tidak suka memaki, tidak mudah melaknat, tidak mudah marah, tidak grasa-grusu, dan berwibawa.
Kemudian Layyin adalah orang yang selalu menginginkan kebaikan antar sesama umat manusia. Dia selalu lembut dan santun baik dalam berbuat maupun dalam bertutur kata, tidak suka memaksakan pendapatnya
Selanjutnya Qarib yaitu orang yang akrab, ramah dan mudah diajak bicara, senantiasa menebar senyum jika bertemu dengan orang lain. Sisi baiknya juga, tidak lupa selalu memberi salam, sangat mudah diajak berteman, dan suka menyambung tali silaturahmi.
Terakhir Sahl yaitu orang yang tidak suka mempersulit sesuatu, suka menolong, dan selalu punya solusi di setiap permasalahan yang dihadapi, selalu memudahkan urusan setiap muslim dengan cara yang benar.
Keuntungan yang kedua bagi orang yang bisa membuat gembira orang lain ialah, Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat, meringankan segala urusannya di dunia dan akhirat serta senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT., Rasulullah saw bersabda :
Dari Abu Hurairah ra dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin yang lain dari kesulitannya di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang meringankan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan meringankan baginya (urusannya) di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut mau menolong saudaranya… (HR. muslim).
Itulah beberapa keuntungan bagi orang mampu menggembirakan dan membuat orang lain bahagia.
Cara membahagiakan orang lain bisa dilakukan dengan berbagai hal yang sederhana, seperti:
– Ucapkan terima kasih dan pujian ketika mendapatkan pertolongan.
– Bersikap ramah dan murah senyum kepada orang lain.
– Berinteraksi dengan sesama dengan penuh simpati dan empati.
– Memberikan bantuan kepada seseorang yang sedang membutuhkan.
– Menghabiskan waktu yang berkualitas bersama orang terdekat, keluarga dan teman.
– Memberikan hadiah kejutan untuk keluarga dan teman.
Dengan menerapkan tindakan-tindakan sederhana ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat berkontribusi secara positif untuk membahagiakan orang-orang di sekitar kita. Dengan mengamalkan ajaran ini, kita dapat meraih keberkahan hidup dan mendapatkan keridhoan dari Allah SWT, serta mencapai kebahagiaan yang paling hakiki.
Akhirnya marilah kita renungkan firman Allah SwT di dalam QS. Al Infitar:19 :
(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. [Al Infitar:19]. []
*) Penulis adalah Ketua PD Muhammadiyah Buleleng

