SuaraMu Buleleng – SMP Muhammadiyah 2 Singaraja menggelar acara pembacaan puisi dan doa bersama untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI) serta Hari Kesaktian Pancasila. Acara yang berlangsung di lapangan sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang sejarah kelam bangsa serta menanamkan semangat cinta tanah air dan menjaga ideologi Pancasila.
Kegiatan yang dilaksanakan setelah upacara bendera ini diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah Imaduddin Syamil. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mengingat peristiwa G30S/PKI sebagai pelajaran sejarah yang harus dipahami generasi muda.
“Sejarah adalah cermin masa depan. Dengan mengenang peristiwa ini, kita belajar menjaga keutuhan NKRI dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara,” ujar Bapak Imad.
Sesi pembacaan puisi menjadi bagian yang paling ditunggu dalam acara tersebut. Beberapa siswa dari kelas 7 dan 8 membacakan puisi yang mengangkat tema patriotisme, pengorbanan para pahlawan, dan semangat Pancasila.
Setelah sesi pembacaan puisi, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Doa tersebut ditujukan untuk para pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia. Suasana khidmat tampak jelas ketika seluruh hadirin menundukkan kepala dan melafalkan doa bersama.
Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu Garuda Pancasila secara serentak oleh seluruh peserta, yang menambah semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
Kepala Sekolah menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sebagai pengingat bagi generasi muda untuk terus menghargai perjuangan para pahlawan dan mempertahankan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari usaha kami dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa-siswi, agar mereka tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu menerapkan semangat patriotisme dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bapak Imad di akhir acara. (smb)

