SuaraMu Buleleng – Warga Muhammadiyah Buleleng, termasuk ibu-ibu ‘Aisyiyah dan para pemuda di Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, IMM, IPM dan ortom lainnya, untuk turut peduli dan menangani sampah. Di antaranya sampah rumah tangga.
“Pemerintah Provinsi Bali kini sedang gencar-gencarnya menangani sampah, terutama sampah rumah tangga. Pemerintah sudah kewalahan. TPA-TPA sudah kewalahan menampung sampah,” ujar Wakil Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, dr. Rizani, M.Ked., saat memberikan sambutan pada acara Miladke-108 ‘Aisyiyah dan Milad ke-94 Nasyiatul ‘Aisyiyah di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, Ahad (13/7/2025).
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris PD Muhammadiyah Buleleng, Sudarmo, Ketua Majelis Tarjih, Tabligh dan Tajdid PD Muhammadiyah Buleleng, Bakhtiar, para pimpinan ‘Aisyiyah Buleleng, pimpinan Nasyiatul ‘Aisyiyah Buleleng, PD Pemuda Muhammadiyah Buleleng, IMM, IPM, serta pimpinan ormas Islam di Buleleng.
Menurut dr. Rizani, tema Milad ke-108 yang diusung PD ‘Aisyiyah Buleleng yakni “Sinergi ‘Aisyiyah dalam Ketahanan Pangan dan Lingkungan Menuju Buleleng Mandiri” sangat tepat. Penanganan sampah sangat terkait dengan lingkungan sekitar.
“Mudah-mudahan kita di sini dengan upaya bersama melalui ‘Aisyiyah dapat mengelola sampah,” harapnya. Misalnya, warga Muhammadiyah, warga ‘Aisyiyah bisa memulai dengan mengumpulkan sampah rumah tangga kemudian disetorkan ke kelurahan atau desa untuk dikelola.
“Nanti bisa dikoordinir oleh ketua PDA Buleleng sehingga lingkungan kita lebih bersih, lebih bagus dan bebas dari sampah, terutama sampah plastik,” tegas dr. Rizani.
Sementara berkaitan dengan ketahanan pangan, dr. Rizani merespon positif upaya ‘Aisyiyah yang meminta bantuan bibit tanaman ke Dinas Pertanian dan ditanam di lingkungan TK ‘Aisyiyah Singaraja. “Beberapa tanaman sudah tumbuh subur. Lombok dan terongnya sudah berbuah, meskipun saya lihat tanaman tomat mulai kering,” katanya.
Menurut dr. Rizani, hal itu bisa dikembangkan nanti dengan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan di dapur. Sehingga warga Muhammadiyah tidak lagi membeli kebutuhan dapur, tapi bisa memetik tanaman sendiri sehingga dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Ini bisa digerakkan di masing-masing keluarga. Artinya bisa ditanam dengan waktu tumbuh yang singkat,” jelasnya.
dr. Rizani menjelaskan, tren pertanian sekarang sudah bergeser, dari pertanian pedesaan ke pertanian perkotaan atau urban. Kata dia, ada empat cara untuk meningkatkan pertanian urban ini. Pertama, dengan sistem hidroponik, artinya dengan menggunakan air sebagai tempat tumbuhnya tanaman. “Itu bisa kita kembangkan,” katanya.
Kedua, bisa dengan polibag. Bag-bag atau tempat-tempat yang besar digunakan untuk menanam tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan dengan waktu singkat. Ketiga, tanaman-tanaman di tepi-tepi pagar. Misalnya dengan menggunakan botol-botol bekas atau bambu-bambu sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik.
“Keempat, memanfaatkan atap rumah. Saya melihat salah satu warga kita ibu Hj. Nurani lantai atas rumahnya ada tumbuhan. Ini bagus untuk mendinginkan suasana juga bisa menghasilkan. Barangkali bisa dikembangkan untuk menanamkan tanaman yang bisa menghasillan dan bermanfaat untuk rumah tangga,” tandas dr. Rizani. (smb)

