SMP Muhammadiyah 2 Singaraja Terima Kunjungan Perwakilan Binpres NPCI Buleleng

  • Jaring Bibit Atlet Muda Paralimpik

SuaraMu Buleleng – Upaya menjaring bibit atlet muda terus dilakukan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), termasuk di tingkat daerah. SMP Muhammadiyah 2 Singaraja menjadi salah satu sekolah yang berkesempatan dikunjungi oleh perwakilan dari Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) NPCI Kabupaten Buleleng dalam kegiatan penjaringan awal calon atlet paralimpiade.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda persiapan menghadapi PEPARPEPROV Bali 2025 (Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi Bali). NPCI Buleleng tengah aktif menjaring calon atlet pelajar dari berbagai sekolah, termasuk dari kalangan siswa disabilitas di sekolah umum.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kepala sekolah ini disambut dengan antusias oleh pihak sekolah. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Binpres NPCI Buleleng, Kadek Yudi Putra Atmaja, menjelaskan peran NPCI sebagai organisasi yang membina dan menaungi atlet-atlet disabilitas berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Tak hanya itu, perwakilan siswa juga diberi penjelasan mengenai berbagai cabang olahraga paralimpik, serta peluang-peluang berprestasi di ajang-ajang resmi, baik tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Perwakilan NPCI juga menyampaikan pesan motivatif kepada perwakilan siswa disabilitas agar tidak ragu mengembangkan bakat dan minat mereka, serta tetap percaya diri dalam meraih cita-cita.

“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap siswa punya kesempatan yang sama untuk berprestasi, termasuk di dunia olahraga,” ujar perwakilan NPCI Buleleng, Kadek Yudi Putra Atmaja.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imadudin Syamil, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. “Kunjungan ini bukan hanya membawa informasi baru tentang dunia paralimpiade, tetapi juga membangkitkan semangat baru bagi siswa kami untuk mengenali potensi diri dan menyadari bahwa prestasi bisa diraih siapa saja, tanpa batas,” ujarnya.

Meskipun kunjungan ini bersifat penjajakan awal, pihak NPCI Buleleng tetap melakukan pengamatan terhadap potensi siswa yang bisa dibina lebih lanjut. Dalam kegiatan ini juga dibuka ruang diskusi antara pihak sekolah dan NPCI mengenai kemungkinan kerja sama ke depan dalam mendukung pembinaan atlet muda dari lingkungan sekolah.

NPCI menegaskan bahwa penjaringan atlet tidak hanya menyasar sekolah luar biasa, tetapi juga sekolah umum. “Kami berharap dapat menemukan bakat-bakat luar biasa dari kalangan pelajar, termasuk dari SMP Muhammadiyah 2 Singaraja. Semangat, konsistensi, dan dukungan dari lingkungan sekolah akan menjadi kunci utama dalam membentuk atlet tangguh dan berprestasi,” tambahnya.

Melalui kunjungan ini, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja semakin termotivasi untuk menjadi sekolah yang mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga non-akademik termasuk olahraga. Sekolah berharap akan ada tindak lanjut dari kunjungan ini dalam bentuk pembinaan atau pelatihan intensif, sehingga siswa disabilitas yang memiliki minat dan potensi bisa mendapatkan pendampingan yang tepat untuk bersiap tampil dalam PEPARPEPROV Bali 2025. (smb)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *