Memahami Haji dengan Bahasa Sederhana

Oleh Muhammad Adib

HAJI adalah rukun Islam kelima dan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang mampu (secara fisik, finansial, dan keamanan). Ibadah ini dilaksanakan di kota suci Mekah, Arab Saudi, pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada bulan Zulhijah.

Inti dari haji adalah mengikuti kembali jejak spiritual Nabi Ibrahim, istrinya Hajar, dan putranya Ismail. Tujuannya adalah mencapai Haji Mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah SWT, yang balasannya adalah surga.

Pelaksanaan haji terkesan rumit dan terbatas, dilihat dari aspek waktu dan tempat yang spesifik. Haji memiliki waktu pelaksanaan yang sangat ketat dan terpusat. Pertama, waktu terbatas, hanya bisa dilakukan pada tanggal 8 hingga 13 Zulhijah setiap tahun. Dan kedua, tempat terbatas, semua ritual terpusat di Mekah dan sekitarnya (Mina, Muzdalifah, Arafah). Hal ini menyebabkan kepadatan luar biasa dari jutaan jamaah dalam waktu yang singkat.

Berbagai manasik (rangkaian ritual) harus diikuti. Haji terdiri dari serangkaian ritual wajib (rukun) dan sunah yang harus dilakukan secara berurutan dan benar. Kesalahan dalam rukun dapat membatalkan haji.

Ihram : Niat dan mengenakan pakaian khusus, menghindari larangan-larangan ihram. Tawaf : Mengelilingi Ka’bah 7 kali. Sa’i : Berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah 7 kali. Wukuf : Berdiam diri (berdoa dan merenung) di padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah (ini adalah rukun haji terpenting).

Mabit : Bermalam di Muzdalifah dan Mina. Melontar Jumrah : Melempar kerikil ke tiang-tiang sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.Tahalul : Mencukur atau memotong rambut sebagai tanda berakhirnya ihram.

Tantangan Fisik dan Logistik

Haji adalah ibadah yang sangat menguras fisik, terutama bagi orang lanjut usia atau yang kurang fit juga bermasalah dalam kesehatan. Pertama, perjalanan jauh. Melibatkan perpindahan antar lokasi (Mekah – Mina – Arafah – Muzdalifah – Mina – Mekah) yang sering kali harus ditempuh dengan berjalan kaki dalam kerumunan besar.

Kedua, cuaca ekstrem. Pelaksanaan sering kali berada di bawah terik matahari yang menyengat (tergantung siklus tahunan), yang meningkatkan risiko dehidrasi dan penyakit. Ketiga, pengaturan logistik. Jutaan orang diatur dalam area yang terbatas, menuntut kesabaran, kedisiplinan, dan daya tahan.

Kebutuhan Ilmu dan Pembimbingan

Untuk melaksanakan haji dengan benar, jamaah perlu memahami hukum-hukum (fikih) yang terkait dengan setiap ritual, termasuk jenis-jenis haji (Ifrad, Tamattu, Qiran) dan konsekuensi jika melanggar larangan ihram (denda/dam).

Meskipun terlihat rumit karena kepadatan, rangkaian ritual yang spesifik, dan tantangan fisik, haji pada dasarnya adalah ibadah yang menitikberatkan pada kesabaran, keikhlasan, disiplin, dan penyatuan spiritual di hadapan Allah. Persiapan ilmu, fisik, dan mental yang matang adalah kunci untuk melaksanakannya. []

*) Penulis adalah Bendahara PD Pemuda Muhammadiyah Buleleng

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *