SuaraMu Buleleng – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025/2026, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja menggelar kegiatan tes psikotes bagi puluhan calon siswa baru, Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi, karakter, dan kesiapan siswa secara menyeluruh sebelum memulai proses pembelajaran formal.
Bertempat di lingkungan sekolah, kegiatan ini bekerja sama dengan tim profesional dari lembaga psikologi yang telah bermitra dengan SMP Muhammadiyah 2 Singaraja.
Tes psikotes ini tidak hanya menjadi bagian dari tahapan penerimaan murid baru, tetapi juga menjadi langkah strategis sekolah dalam membangun pendekatan pembelajaran yang personal dan adaptif. Melalui tes ini, sekolah dapat memahami karakteristik setiap siswa, termasuk gaya belajar, minat, serta aspek psikologis lainnya yang memengaruhi proses belajar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa yang masuk ke SMP Muhammadiyah 2 Singaraja bisa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Maka dari itu, penting bagi kami untuk mengenali mereka sejak awal,” jelas Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaduddin Syamil, S.Pd.
Psikotes ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan berbasis pendekatan holistik, yakni pendidikan yang tidak hanya menekankan pada nilai akademik, tetapi juga pembinaan mental, sosial, dan emosional siswa. Hasil tes akan digunakan oleh guru BK dan wali kelas sebagai acuan dalam memberikan pendampingan selama proses belajar mengajar berlangsung.
Koordinator Kegiatan SPMB, Salsabila Lahji, S.Pd., menjelaskan bahwa psikotes ini bukanlah alat seleksi masuk, melainkan sebagai sarana pemetaan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berpihak pada perkembangan setiap anak.
Para orang tua menyambut baik pelaksanaan psikotes ini. Mereka merasa langkah ini mencerminkan keseriusan sekolah dalam membina siswa secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan nilai atau peringkat semata.
“Kami senang karena sekolah peduli terhadap kondisi psikologis anak sejak awal. Ini menunjukkan bahwa SMP Muhammadiyah 2 Singaraja betul-betul memperhatikan masa depan anak-anak, bukan hanya dari sisi pelajaran saja,” ujar salah satu wali murid.
Kegiatan ini menjadi salah satu pembeda SMP Muhammadiyah 2 Singaraja dengan sekolah lainnya. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berbasis data, sekolah ini terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berpihak pada perkembangan utuh peserta didik. (smb)

