SuaraMu Buleleng – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 2 Singaraja (Spemdasi) sukses menyelenggarakan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam bentuk Musyarawah Ranting (Musyran) untuk memilih Ketua IPM periode 2024-2025, Selasa (10/12/24).
Kegiatan Musyran PR IPM kali ini berbeda dari pemilihan sebelumnya, karena pemilihan kali ini digabung dengan proses pembelajaran P5 yang mengambil tema Suara Demokrasi. Kegiatan P5 pada semester ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para siswa mengenai pentingnya terlibat dalam proses demokrasi secara langsung.
Staf Kesiswaan yang juga Koordinator P5, Salsabila Lahji, menjelaskan bahwa pengambilan tema Suara Demokrasi ini bertujuan agar para siswa tidak apatis terhadap proses demokrasi.
“Saya merasa mereka perlu mengetahui tahapan dan tata cara menjadi penyelenggara ataupun pemilih. Harapannya, mereka tidak apatis dalam proses Demokrasi”, ujar Guru mata pelajaran Bahasa Inggris ini.
Dalam kegiatan ini, para siswa ikut dilibatkan, mulai dari tahapan awal sosialisasi, seleksi, hingga tahapan akhir yakni pencoblosan dan pengesahan calon yang terpilih.
Sebelum proses pemilihan ini, ada sekitar 10 calon ketua dan wakil ketua IPM yang mendaftar, terdiri dari murid kelas 7 dan 8. Para calon yang mendaftar ini kemudian diseleksi secara ketat oleh pihak guru dan perwakilan IPM.
Setelah itu, para calon ketua IPM Spemdasi ini juga diuji pengetahuannya dalam 3 bidang yaitu Keislaman, Kemuhammadiyahan, serta wawasan keorganisasian IPM. Proses seleksi yang ketat itu kemudian menghasilkan 3 pasangan calon ketua dan wakil ketua IPM yakni Edi dengan Hafidz, Qanita dengan Dimas, Nazwa dengan Hanifah.
Berikut perolehan suara Musyran PR IPM Spemdasi periode 2024-2025.
- Edi dan Hafidz: 11 suara
- Qanita dan Dimas: 100 suara
- Nazwa dan Hanifah: 29 suara
Dari hasil perhitungan suara tersebut, ditetapkan bahwa Qanita dari kelas 8 dan Dimas dari Kelas 7 sebagai nahkoda baru PR IPM Spemdasi periode 2024-2025.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Bapak Imaduddin Syamil, SPd mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan pemilihan ketua dan waki ketua IPM kali ini. Dia menganggap bahwa keberhasilan proses demokrasi melalui pemilihan ketua dan wakil ketua IPM baru tersebut adalah bukti dari suksesnya sinergi antara siswa dan guru.
“Terpilihnya Qanita sebagai ketua IPM dan Dimas sebagai waki ketua ini menjadi bukti bahwa dalam menjalankan program sekolah dibutuhkan kerja sama yang baik antara guru dan siswa. Tidak bisa kemudian guru atau murid menjalankan programnya sendiri-sendiri, terutama dalam menjalankan P5 ini. Saya mengapresiasi kesuksesan P5 semester ini dan berharap P5 tahun ini bisa dijadikan contoh bagi semester depan,” pungkasnya. (bs)

