Desa Adat

  • Oleh Drs. Yuskardiman, M.Pd.

ADA dua propinsi yang adat istiadatnya dilembagakan. Minang dan Bali. Kalau di Minang, Sumatera Barat, desa adat disebut Nagari dengan landasan: Adat Basandi Syarak. Syarak Basandi Kitabullah. Yang artinya, adat bersendi syariat. Syariat bersendi kitabullah.

Sosialisasi adat biasanya dilewatkan kesenian saluang. Rabab dan bakaba (berkabar). Kebiasaan merantau tidak membuat mereka lupa terhadap fasafah Minang yang tidak lapuk karena hujan. Tidak usang karena jaman. Walau tentu harus juga mengingat dimana kaki dipijak, disitu langit dijunjung.

Pemilihan kepala adat dipilih kerabat yang paling mampu. Agar bisa menjadi pengayom. Anak dipangku, keponakan dibimbing. Laki-laki Minang harus menguasai tiga hal: mengaji, beladiri dan memasak. Kalau di rantau terdesak. Buka warung makan. Kita pun bisa ikut makan. Jual masakan Padang yang melimpah menunya : rendang, kalio, samba balado, katupek gulai paku. Gulai tunjang, katupek pical karupuak jangek. Soto dan sate Padang dan banyak lagi.

Hampir seluruh organ sapi bisa dimasak menjadi makanan lezat. Ditambah beras Solok yang tidak mengunakan pupuk pestisida. Sampai ada lagu mertua lewat kita tidak lihat. Saking nikmatnya. Minum kopi kahwa, teh telur, kopi gelas tertelungkup. Soal harga boleh bersaing. Anda tidak perlu takut berkunjung ke ranah Minang. Jika cekak anggaran, jangan ke restoran. Cukup di kapau makan.

Anda boleh merantau kemana saja. Tapi jangan lupa dengan rendang. Maka jika masih mengaku orang Minang, istrimu harus bisa bikin rendang. Entah darimana asal istrimu. Gampang kok. Belajar lewat youtube.

Lain ladang lain belalang. Di Bali ada desa. Kepala desa adat disebut bendesa. Desa adat berjalan bersama desa dinas. Kalau desa dinas mendapat anggaran dana desa dari pusat. Desa adat di-support propinsi.

Tiap desa adat, ada lembaga keuangan. Yang disebut LPD, lembaga perkreditan desa. Tiap desa adat yang juga disebut pakraman terhimpun hampir 1.500 desa adat yang kemudian berhimpun dalam Majelis Desa Adat. Tiap desa adat memaksimalkan kearifan lokal untuk kemudian dikemas menjadi paket wisata.

Seperti Desa Penglipuran, sebagai desa terbersih dunia. Desa Trunyan dengan pemakaman dibawah pohon. Juga Ubud, Jimbaran, Uluwatu, Tanah Lot, Bedugul dan banyak lagi menampilkan keunikannya. Ini yang menarik minat orang datang ke Bali. Tiap liburan datang.

Selalu diadakan Pesta Kesenian Bali (PKB) tiap tahun. Para seniman dan potensi budaya ditampilkan. Dilombakan. Penonton gratis tidak bayar. Rencananya akan dibuat Pusat Kebudayaan Bali yang berada di Klungkung. Lahan seluas hampir 400 hektar disiapkan  untuk bangunan inti berupa tempat pementasan akbar, madya dan sederhana mengacu pada jumlah penonton.

Ada juga bangunan penyangga berupa pantai marina dan pusat perbelanjaan yang bertumpu pada hasil kerajinan Bali. Hotel, apartemen dan restoran. Pendeknya ada pusat wisata baru yang bersendikan budaya Bali.

Indonesia negeri kaya budaya. Tugas kita bersama melestarikannya dengan merawat kearifan lokal yang dilimpahkan Yang Maha Kuasa kepada kita. []

*) Penulis adalah Ketua LSBO PD Muhammadiyah Buleleng

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *