Komunikasi Dokter-Pasien

  • Oleh dr. Rizani, M.Ked.

KOMUNIKASI adalah hal yang paling dominan dalam interaksi dokter dan pasien, karena berperan dalam membantu mengarahkan diagnosis, menjelaskan terapi pengobatan hingga menjalin hubungan kerjasama dan kepercayaan antara dokter dan pasien. 

Komunikasi dan kepercayaan merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun hubungan dokter pasien yang baik. Komunikasi yang efektif merupakan kunci sukses dalam setiap pekerjaan yang akan dilakukan dokter.

Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan dokter dan pasien. Pasien akan percaya bahwa dokter akan memperhatikan setiap kepentingan mereka sehingga pasien percaya dan secara terbuka dapat memberikan informasi kesehatan yang sedang dialami. 

Pendekatan Komunikasi

Komunikasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Komunikasi merupakan bagian cara manusia berhubungan sebagai sesama makhluk sosial. Dalam dunia kesehatan, komunikasi efektif dengan pasien adalah kunci bagian kompetensi penting yang harus dikuasai dan diterapkan oleh dokter. Komunikasi yang efektif akan mempengaruhi emosi dan personal pasien dalam pengambilan keputusan dan rencana tindakan selanjutnya terhadap kesehatan pasien.

Selain itu, komunikasi efektif juga memiliki elemen yang terdiri dari bagian penyampai atau sumber informasi (source), media atau saluran yang dipakai (channel) untuk menyampaikan informasi dan penerima informasi (receiver). Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang dengan kesetaraan dan dilandasi dengan empati.

Komunikasi efektif antara dokter-pasien bisa dikatakan lengkap apabila pemberi pesan mendapat umpan balik dari penerima pesan yang menandakan bahwa penerima pesan dapat memahami apa yang disampaikan oleh pemberi pesan. Keberhasilan komunikasi dokter pasien pada umumnya akan menghasilkan kepuasan dan kenyamanan antar dua belah pihak baik itu dokter ataupun pasien sendiri.

Bagian penting lainnya, bahwa ada dua bagian komunikasi dokter dan pasien yaitu komunikasi verbal dan non-verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan melalui kata-kata atau pembicaraan, sedangkan komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang disampaikan tanpa melalui kata-kata. Dalam artian dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan nada suara, tinggi atau rendah.

Komunikasi non-verbal tentunya dapat membantu dalam kelancaran proses komunikasi efektif yang dilakukan dokter dan pasien. Begitu pula sebaliknya, selain menerima pesan verbal yang disampaikan pasien, dokter juga diharapkan bisa membaca pesan non-verbal yang disampaikan pasien.

Tujuan Komunikasi Dokter-Pasien

Tujuan komunikasi dokter-pasien yakni membangun hubungan yang baik, dan pertukaran informasi. Tujuan ini dicapai ketika dokter memperoleh informasi dari pasien untuk membuat diagnosis dan merencanakan pengobatan, dan pasien menerima informasi tentang penyakit yang dideritanya, termasuk etiologi, gejala, metode diagnosis, pengobatan yang tersedia, dan efek samping.

Komunikasi dokter-pasien bertujuan untuk pengambilan keputusan medis. Dalam keputusan medis, tidak hanya dokter yang berperan penting, tetapi keputusan pasien juga berperan penting. Karena pasien memahami riwayat medis mereka dan faktor sosial dan psikologis yang berperan.

Hubungan dokter-pasien merupakan hubungan yang didasarkan pada komunikasi yang efektif. Komunikasi dokter-pasien berdasarkan konsep patient-centered care disebut sebagai komunikasi dokter-pasien yang berpusat pada pasien. Dalam bagian aspek komunikasi yang berpusat pada pasien sebagai komunikasi dokter-pasien pada konsultasi medis, ada beberapa point penting yaitu sebagai berikut untuk memperkuat hubungan, mengumpulkan informasi (gathering information), memberikan informasi, (providing information), mengambil keputusan (desicion making), merespon emosi (responding the emotions),  dan memampukan perilaku terkait pengobatan penyakit (Enabling disease and treatment related behavior).

Manfaat Komunikasi Dokter-Pasien

Manfaat komunikasi dokter-pasien yang berpusat pada pasien, sebagai berikut: peningkatan kepatuhan pasien, keberhasilan pengobatan, peningkatan kepuasan pasien dan kemudahan diagnosis, serta meminimalkan kesalahan pengobatan.

Menurut Konsil Kedokteran Indonesia, manfaat komunikasi yang efektif antara dokter dan pasien antara lain meningkatkan keberhasilan tindakan dalam diagnostik medik, meningkatkan kepercayaan diri dan ketahanan pasien dalam bagian stadium akhir dalam penatalaksanaan penyakitnya, meningkatkan kepuasan pasien dan meningkatkan jumlah kepercayaan pasien terhadap tindakan dokter.

Kesimpulan

Komunikasi merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai dokter dalam penerapan pelayanan kesehatan. Komunikasi yang dibangun dokter dan pasien bertujuan membangun hubungan yang baik, untuk pertukaran informasi medis, serta pengambilan keputusan medis.

Komunikasi yang efektif yang telah dilakukan antara dokter dan pasien tentunya akan memberikan manfaat meningkatkan keberhasilan tindakan dokter dalam diagnostik medik, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kepuasan pasien dan meningkatkan jumlah kepercayaan pasien terhadap tindakan dokter. []

Referensi

Konsil Kedokteran Indonesia [Internet].  2023. [Cited 2023 Mar 11]. Available from:  https://www.kki.go.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *