Peran Guru Muhammadiyah yang Aktif dan Kreatif Sangat Dibutuhkan dalam Penerapan P5

SuaraMu Buleleng – Peran guru aktif dan kreatif sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai fasilitator dalam penerapan Kurikulum Merdeka.

“Keberadaan guru aktif dan kreatif sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program P5 untuk penerapan Kurikulum Merdeka, di dalamnya guru berperan sebagai fasilitator atau pendamping,” kata Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaduddin Syamil, usai pelaksanaan kegiatan peningkatan pemahaman tentang profil Pelajar Pancasila pada hari Rabu (28/2/2024).

Menurut Imad, peran guru sebagai fasilitator atau pendamping melibatkan tiga tugas utama. Yakni melakukan investigasi masalah, merumuskan masalah, dan mengambil keputusan. Imad menekankan tiga poin penting peran yang sangat diharapkan siswa dari fasilitator atau pendampingnya.

Dalam program P5, siswa memiliki tanggung jawab untuk menentukan beberapa kegiatan atau tema secara khusus. Dalam konteks ini, tema yang dipilih perlu melibatkan investigasi masalah, perumusan masalah, dan pengambilan keputusan.

“Tujuan dari program P5 ini, intinya adalah kerjasama tim, biasanya di dalam tema yang ditentukan ada saja masalah yang muncul. Sehingga dibutuhkan investigasi masalah, kemudian dari permasalahan itu, bagaimana cara menyelesaikannya dengan merumuskan suatu persoalan, hingga pada akhirnya diambil suatu keputusan,” terangnya.

Sementara dari program P5 itu nantinya, akan terbentuk siswa yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila, sehingga kreativitas dan kerjasama yang baik akan muncul. “Kreativitas dan kerjasama yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila itu akan terlihat, khususnya dalam program P5 ini,” ujar Imad. (smb)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *