Bukan Sekadar Bermalam, Ini Langkah Kebangkitan SMP Muhammadiyah 2 Singaraja

SuaraMu Buleleng — Malam itu, suasana SMP Muhammadiyah 2 Singaraja terasa berbeda. Para pendidik dan tenaga kependidikan tidak datang sekadar untuk bermalam. Mereka hadir untuk bermuhasabah, mengevaluasi perjalanan, dan menyatukan langkah.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan MABIT Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Jumat–Sabtu (25–26/9/2026). Mengusung tema “Menguatkan Ruhiyah, Menyatukan Strategi, Menjemput Generasi Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan langkah strategis ke depan.

MABIT dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar sekolah untuk memperkuat ruhiyah sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan pendidikan yang telah dilalui. Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah evaluasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dan persiapan SPMB Tahun Ajaran 2027/2028.

Tidak Hanya Evaluasi, tetapi Menyusun Arah

Dalam suasana kebersamaan, para pendidik dan tenaga kependidikan diajak melihat berbagai capaian, tantangan, serta peluang yang dimiliki sekolah. Evaluasi tidak berhenti pada menemukan persoalan, tetapi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai langkah perbaikan dan strategi yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Bagi SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, evaluasi merupakan bagian penting dari proses untuk terus berbenah dan berkembang. Karena itu, MABIT menjadi ruang untuk menyatukan pandangan sekaligus memperkuat komitmen seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Setiap pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran dalam membangun kepercayaan masyarakat serta menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik. Sekolah menyadari bahwa kemajuan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dan gerak bersama.

Selain diskusi dan evaluasi, kegiatan diisi dengan ibadah bersama, tausiyah, refleksi, serta berbagai aktivitas yang mempererat kebersamaan. Nuansa spiritual menjadi bagian penting agar setiap strategi yang disusun tetap memiliki pijakan nilai dan tujuan pendidikan.

Menguatkan Ruhiyah, Menguatkan Gerak

Tema MABIT tahun ini memiliki pesan yang kuat. Menguatkan ruhiyah menjadi fondasi, menyatukan strategi menjadi ikhtiar, sedangkan menjemput generasi berkemajuan menjadi tujuan.

Semangat tersebut sejalan dengan visi SMP Muhammadiyah 2 Singaraja untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berkemajuan.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaduddin Syamil, menegaskan bahwa perubahan sekolah membutuhkan gerakan bersama. Kemajuan tidak dapat dibangun hanya melalui program, tetapi membutuhkan komitmen seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

“MABIT ini bukan hanya kegiatan bermalam. Ini menjadi momentum untuk kita berhenti sejenak, melakukan evaluasi, menyatukan visi, dan menyusun langkah bersama untuk kemajuan sekolah,” ujarnya.

MABIT Berakhir, Gerakan Dimulai

Malam akhirnya berganti pagi. Rangkaian MABIT pun memasuki penghujung kegiatan dengan aktivitas kebersamaan menikmati kano di kawasan pantai. Suasana santai dan penuh keakraban menjadi penutup kegiatan yang telah berlangsung selama dua hari.

Meski rangkaian MABIT telah selesai, semangat yang dibangun selama kegiatan diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Ada evaluasi yang harus ditindaklanjuti, ada strategi yang harus dijalankan, dan ada komitmen yang harus dijaga.

MABIT menjadi pengingat bahwa perubahan sekolah tidak lahir dari satu orang. Ia tumbuh dari kebersamaan, kolaborasi, keteladanan, dan kesediaan untuk terus berbenah.

Dari SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, ikhtiar itu terus dimulai.

Menguatkan ruhiyah. Menyatukan strategi. Menjemput generasi berkemajuan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *