SuaraMu Buleleng – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Buleleng berkomitmen untuk terus menguatkan dakwah kemanusiaan. Itu ditegaskan Ketua PD ‘Aisyiyah Buleleng, Hj. Supartini, saat menyampaikan sambutan pada peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 di TK ‘Aisyiyah Singaraja, Sabtu (13/6/2026).
“Peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 ini bukan hanya peringatan organisasi, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat kembali semangat perjuangan, meneguhkan peran strategis Aisyiyah dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan damai,” ujarnya.
Acara peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 dihadiri pimpinan Muhammadiyah Buleleng, ortom Muhammadiyah Buleleng, PC Muslimat Buleleng, BKMT Buleleng, Al Hidayah, dan tokoh-tokoh dan anggota ‘Aisyiyah Buleleng.
Menurut Hj. Supartini, tema milad kali ini yakni “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Dikatakan, dakwah tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual saja, tetapi juga mencakup persoalan sosial kemanisaan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
“Aisyiyah telah berusaha menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui amal usaha pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. ‘Aisyiyah Buleleng, misalnya, melalui amal usaha pendidikan, yakni TK ‘Aisyiyah Singaraja, TK tertua nomor 3 di Indonesia yang kini mencapai usia 72 tahun,” jelasnya.
Hj. Supartini menegaskan, keberhasilan ‘Aisyiyah Buleleng dalam kiprahnya tidak lepas dari kerja keras, dedikasi, dan keikhlasan seluruh kader ‘Aisyiyah. Menurutnya, dengan merefleksi tema Milad ke-109, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Buleleng meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat dakwah kemanusiaan dalam segala aspek kehidupan, memperluas peran sosial, serta memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.
Wujud nyata dari itu, pada Sabtu, 7 Juni 2026, PD ‘Aisyiyah Buleleng melaksanakan bakti sosial di Desa Pegayaman dengan memberikan bantuan sembako 50 orang kaum lansia dan dhuafa. Juga memberikan atau melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan obat-obatan dan vitamin.
Sementara Plt. Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, dr. Rizani, dalam sambutannya, menyatakan, peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 sesuai dengan kondisi sekarang. Bahwa rasa kemanusiaan sudah mulai turun, karena itu sudah perlu digugah kembali.
“Tepat sekali tema kali ini, perlu dikokohkan apa yang disebut dengan sosial kemasyarakatan. Jangankan sosial kemasyarakatan secara global, regional atau secara daerah, kadangkala kita dengan tetangga saja kurang bersosialisasi. Tetangga kita sakit, tetangga kita susah, kadang kita tidak tahu. Bagaimana kita bisa membantu kalau kita sendiri tidak tahu,” ujar dr. Rizani.
Oleh karena itu, ia mengajak kader ‘Aisyiyah untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada lingkungan di sekitarnya.
dr. Rizani juga menyampaikan, bahwa ‘Aisyiyah Buleleng sudah berkemajuan. Ia berharap, ke depan ‘Aisyiyah Buleleng tidak hanya mengopeni TK saja. Menurutnya, TK ‘Aisyiyah Singaraja sudah maju, memiliki gedung lantai dua lagi.
“Tapi ke depan ‘Aisyiyah Buleleng mestinya lebih dari itu. Kalau perlu ‘Aisyiyah punya SD ‘Aisyiyah, punya SMP ‘Aisyiyah, punya SMA ‘Aisyiyah, bahkan kalau perlu punya perguruan tinggi ‘Aisyiyah seperti di Yogya. Dan itu tidak mustahil untuk kita capai. Cita-cita itu perlu. Saya berharap, mungkin setelah saya meninggal, baru terwujud gak apa-apa. Tapi kita punya cita-cita untuk itu,” ujarnya.
Menurut dr. Rizani, tidak ada yang mustahil kalau dikerjakan bersama-sama. Kata dia, siapa yang bisa membayangkan kalau PC Muhammadiyah Gerokgak memiliki gedung dakwah. Demikian juga PCM Seririt.
“Di Singaraja, sudah mulai kasak-kusuk akan beroperasi klinik PKU Muhammadiyah SIngaraja. Dari sana nanti bisa brkembang. Bukan hanya klinik, tapi bisa jadi rumah sakit Muhammadiyah. Kita mesti punya angan-angan yang tinggi, meskipun itu bisa tercapai setelah sekian tahun lagi.
Jadi ‘Aisyiyah bisa merancang ini. Bukan hanya TK yang tapi SD-nya. Jangan takut SD Muhammadiyah akan tersaingi. Juga SMP dan SMA-nya,” harapnya.
Pada peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109, juga dilaksanakan dialog dengan narasumber tiga sesepuh ‘Aisyiyah Buleleng, yakni Hj. Fauziah, Hj. Sriyani Sadikin, dan Prof. Dr. Hj. Siti Maryam. Ketiga sosok ini pernah memimpin ‘Aisyiyah Buleleng pada zamannya. Mereka berbagi pengalaman bagaimana memimpin ‘Aisyiyah Buleleng. (smb)

