SuaraMu Buleleng – SMP Muhammadiyah 2 Singaraja terus meneguhkan langkah dalam mencetak generasi peduli lingkungan melalui program Adiwiyata Muda. Komitmen tersebut semakin kuat dengan hadirnya Staf Ahli Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Damurrosyi Mujahidain, S.Pd., M.I.Kom., yang memberikan penguatan langsung kepada para siswa dan guru di sekolah.
Kegiatan yang digelar di aula SMP Muhammadiyah 2 Singaraja ini diikuti dengan penuh antusias oleh siswa yang tergabung dalam tim Adiwiyata Muda, guru pendamping, serta jajaran pimpinan sekolah. Kehadiran Damurrosyi Mujahidain menjadi momen berharga karena memberikan wawasan, motivasi, sekaligus inspirasi bagi seluruh warga sekolah mengenai pentingnya peran pendidikan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam materinya, Damurrosyi Mujahidain menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya sebatas program sekolah, tetapi merupakan amanah keagamaan. Islam, melalui Al-Qur’an dan Sunnah, telah mengajarkan keseimbangan alam serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
“Menjaga lingkungan adalah ibadah. Ketika kalian membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, atau menanam pohon, maka itu semua adalah bagian dari amal shalih. Adiwiyata Muda harus memaknai gerakan ini sebagai jalan dakwah bil hal yang nyata,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sekolah Muhammadiyah perlu menjadi teladan gerakan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam berkemajuan yang peduli pada keberlanjutan ekosistem.
Lebih lanjut, Damurrosyi Mujahidain meneguhkan posisi Adiwiyata Muda sebagai kader lingkungan yang harus memiliki karakter kuat, disiplin, dan kepedulian yang tinggi. Menurutnya, para siswa tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi harus berani melakukan inovasi, edukasi, dan aksi nyata yang berdampak luas.
“Kalian adalah garda terdepan dalam perubahan. Mulailah dari hal-hal kecil: biasakan memilah sampah, hemat listrik dan air, rawat tanaman di sekitar sekolah, dan ajak teman-teman lain untuk ikut peduli. Dari hal kecil yang konsisten, akan lahir budaya besar yang mengakar,” pesannya penuh semangat.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Staf Ahli MLH PP Muhammadiyah tersebut. Beliau menegaskan bahwa kegiatan penguatan ini sangat relevan dengan visi sekolah untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan spiritualitas Islami yang kokoh.
“Kami berterima kasih atas bimbingan dan motivasi yang diberikan. Semoga semangat yang ditularkan kepada anak-anak menjadi bekal berharga untuk mengembangkan program lingkungan di sekolah. Dengan pendampingan dari MLH PP Muhammadiyah, kami semakin optimis bisa meraih predikat Sekolah Adiwiyata,” ujarnya.
Kegiatan penguatan Adiwiyata Muda ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Para siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan program peduli lingkungan di sekolah. Suasana penuh semangat dan antusiasme tampak dari berbagai ide kreatif yang muncul, mulai dari rencana bank sampah sekolah, gerakan literasi lingkungan, hingga inisiatif membuat taman hijau mini di area sekolah.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja berharap lahir kader-kader lingkungan yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan spiritual untuk menjaga bumi. Adiwiyata Muda diharapkan dapat menjadi pionir gerakan peduli lingkungan di Bali, serta menjadi teladan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya. (smb)

