Perubahan Mindset Menuju Perguruan Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan

SuaraMu Buleleng – “Sekolah Muhammadiyah Harus Berubah”. Demikian penegasan dalam Desiminasi Hasil Diksuspim oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Buleleng.

Setelah mengikuti Pendidikan Khusus Pimpinan (Diksuspim) di Surabaya 11 sampai dengan 13 Juli 2025, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan desiminasi hasil pelatihan pada Sabtu, 19 Juli 2025 sebagai bagian dari komitmen untuk mentransformasikan pendidikan Muhammadiyah ke arah yang lebih maju dan relevan dengan tantangan zaman.

Kegiatan yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 2 Singaraja ini diikuti oleh para kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, jajaran Majelis Dikdasmen PNF dan pengelola amal usaha Muhammadiyah di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Buleleng.

Kegiatan diawali dengan tausyiah oleh Ust. H.M. Ali Susanto, M.Pd., selaku Ketua PDM Buleleng. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Kabupaten Buleleng, Drs. Andi Wadi, M.Pd. Dalam pemaparannya, Andi menegaskan bahwa perubahan sekolah Muhammadiyah adalah sebuah keniscayaan yang harus dimulai dari perubahan pola pikir (mindset) seluruh elemen sekolah.

“Perubahan sekolah Muhammadiyah tidak bisa ditunda. Dan yang pertama harus kita ubah adalah pola pikir kita. Sekolah tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berlari mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari cara berpikir pimpinan, guru, hingga peserta didik. Sekolah Muhammadiyah tidak boleh hanya bangga dengan sejarah, tapi harus siap menghadapi masa depan,” ungkapnya dengan tegas.

Desiminasi ini tidak sekadar menyampaikan ulang materi dari kegiatan Diksuspim, melainkan juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi gerakan pendidikan Muhammadiyah di Buleleng. Peserta diajak untuk mengevaluasi sistem tata kelola sekolah, memperkuat budaya mutu, dan memperjelas arah gerakan pendidikan berbasis ideologi Muhammadiyah yang mencerahkan.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam desiminasi adalah pentingnya sekolah Muhammadiyah untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata, tetapi mulai berani berinovasi, menguatkan pelayanan khususnya kepada peserta didik, dan meneguhkan jati diri sebagai sekolah Islam yang unggul dan berkemajuan.

Sebagai tuan rumah, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaduddin Syamil, S.Pd menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung agenda perubahan pendidikan Muhammadiyah.

“Serasa terbangun dari tidur panjang. Pesan penting tentang perubahan mindset benar-benar menjadi pengingat sekaligus cambuk bagi kami untuk terus melakukan pembenahan. Kami sadar, sekolah Muhammadiyah tidak boleh sekadar bertahan, tapi harus bertumbuh, tampil sebagai pelopor. Komitmen kami adalah menjadi sekolah yang relevan, responsif, dan membawa semangat tajdid dalam pendidikan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga meninggalkan kesan positif bagi para peserta yang hadir. Kepala SD Muhammadiyah Singaraja, Faridah, S.Pd., menyambut baik kegiatan ini sebagai penyegaran ideologis dan manajerial bagi para pengelola sekolah Muhammadiyah.

“Desiminasi ini sangat menggugah. Kami di SD Muhammadiyah merasa semakin tercerahkan tentang pentingnya membentuk budaya sekolah yang dinamis dan progresif. Ini menjadi semacam pengingat bahwa sekolah Muhammadiyah harus terus bergerak dan tidak boleh terlena,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Singaraja , Drs. Sarwanto, M.T., mengapresiasi kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk menyatukan visi perubahan di seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah.

“Kami melihat desiminasi ini sebagai titik awal konsolidasi perubahan. Dari SD hingga SMA, kita harus satu semangat: membangun sekolah Muhammadiyah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Perubahan itu tidak bisa ditunda, dan dimulai dari diri sendiri sekarang juga,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan penyusunan langkah tindak lanjut di masing-masing satuan pendidikan. Semua peserta sepakat bahwa perubahan adalah tanggung jawab kolektif, dan dimulai dari perubahan diri sendiri. (smb)

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Perubahan Mindset Menuju Perguruan Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan

  1. Subhanallah bisa langsung Desiminasi, Semoga kami yang Di Jembrana segera bisa menyusul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *