Satukan Visi, Satukan Langkah: Spemda Siapkan Fortasi Berkarakter dan Berdampak

SuaraMu Buleleng – Di tengah semangat menyambut tahun ajaran baru, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang ramah, religius, dan bermakna melalui penyelenggaraan Rapat Persiapan Fortasi 2025 pada Kamis (3/7/2025).

Rapat ini diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) sebagai penyelenggara Fortasi, dan dihadiri oleh seluruh unsur strategis sekolah: Majelis Dikdasmen dan PNF Kab.Buleleng, Komite Sekolah, Dewan Guru dan Tenaga Kependidikan, serta para kader IPM yang akan bertugas sebagai panitia pelaksana.

Suasana rapat terasa hidup dan penuh kolaborasi. Tidak hanya membicarakan teknis pelaksanaan, rapat ini menjadi ruang menyatukan visi antar elemen sekolah dalam merancang Fortasi yang bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menumbuhkan semangat pelajar Muhammadiyah sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di Spemda.

Fokus utama rapat adalah membedah dan menyelaraskan dua panduan utama yang menjadi dasar pelaksanaan Fortasi:

📘 Panduan Fortasi dari Pimpinan Pusat IPM, yang menempatkan Fortasi sebagai ruang awal kaderisasi, pembinaan akhlak, dan penguatan semangat pelajar berkemajuan.

📗 Panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dari Kemendikdasmen, yang menekankan pentingnya pengenalan sekolah yang humanis, inklusif, tanpa perundungan, dan sarat edukasi.

Dalam arahannya, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, Imaduddin Syamil, S.Pd menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta rapat. Beliau menegaskan bahwa Fortasi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum strategis untuk membentuk kesan pertama yang membekas di hati peserta didik baru.

“Kita tidak sedang mempersiapkan kegiatan biasa. Kita sedang menyambut anak-anak yang membawa harapan orang tuanya, yang akan belajar dan tumbuh bersama kita. Fortasi harus menjadi awal yang hangat, mendidik, dan membekali mereka dengan nilai-nilai kebaikan,” ujar beliau dalam arahannya.

Diskusi demi diskusi mengalir penuh semangat. Majelis Dikdasmen memberikan arahan kebijakan seputar nilai-nilai Muhammadiyah yang perlu ditanamkan dalam Fortasi. Komite Sekolah menekankan pentingnya partisipasi orang tua dan penguatan komunikasi dua arah. Para guru memberikan masukan dari sisi pedagogis dan psikologis siswa baru. Sementara para kader IPM menampilkan ide-ide kreatif.

Hasil dari rapat ini adalah lahirnya kerangka pelaksanaan Fortasi 2025 yang lebih terstruktur, terukur, dan penuh nilai. Fortasi bukan hanya akan menyambut siswa baru, tetapi juga memperkenalkan mereka pada kehidupan sekolah yang berakar pada nilai-nilai keislaman, persaudaraan, disiplin, dan semangat berkemajuan. (smb)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *