SuaraMu Buleleng – SMA Muhammadiyah 2 Singaraja menggelar Pesantren Ramadhan 1446 H/2025 M di Masjid Al Manar Kompleks Perguruan Muhammadiyah Singaraja, Kamis (20/3/2025). Pesantren Ramadhan tersebut sebagai upaya menanamkan karakter Islami kepada para siswa.
Pesantren Ramadhan tersebut diikuti siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 Singaraja. Tema yang diusung yakni “Ramadhan Penuh Berkah, Membangun Karakter Islami”.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, Sarwato, S.Pd., mengatakan, kegiatan Pesantren Ramadhan rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, semua menjadi insan yang berakhlak mulia.


“Hari ini sangat membanggakan karena di bulan Ramadhan, di siang hari yang pas puncak-puncaknya haus dan lapar, kita masih bisa bersama-sama mencari ilmu. Mudah-mudahan kegiatan ini akan meningkatkan ibadah kita dengan lebih baik lagi,” katanya.
Sarwanto menjelaskan, mulai Jumat (21/3/2025) memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Karena itu,ia mengajak peserta Pesantren Ramadhan untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Kata dia, jika sebelumnya dalam kehidupan sehari=hari dipenuhi kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, sepulangnya dari kegiatan Pesantren Ramadhan, harus berubah.
“Kita yang mengendalikan keinginan-keinginan kita. Kita yang mengendalikan kegiatan-kegiatan kita. Tutup HP, tutup drama Korea, kita buka kitab suci kita. Kita baca selama 10 hari terakhir ini,” ujar Sarwanto.
Sementara Ketua Dikdasmen dan PNF PD Muhammadiyah Buleleng, Andi Wadi, M.Pd., membuka acara Pesantren Ramadhan 1446 H tersebut. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan Pesantren Ramadhan ini membuat peserta introspeksi, sejauh mana telah melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini.
“Percayalah bahwa sesuatu yang dilaksanakan bukan karena iman maka itu tidak akan dapat apa-apa,” tegasnya.


Andi Wadi menjelaskan, perintah Allah untuk berpuasa ditujukan kepada orang-orang beriman. Kata dia, Allah tidak memanggil orang-orang yang pintar berlogika. Allah tidak memanggil orang-orang yang pintar adu argumentasi.
“Tapi Allah memanggil orang-orang yang beriman, sehingga panggilan Allah dan segala janji Allah di bulan Ramadhan ini jangan dilogikakan. Jangan diperdebatkan secara argumentatif sampai mencari sesuatu yang logis. Panggilan Allah bukan masalah logika tapi masalah keimanan,” ujarnya.
Andi Wadi berharap, Pesantren Ramadhan ini menjadi penguatan dalam ibadah. “Mumpung ada sisa 10 hari ke depan, kita bisa meningkatkan dan menguatkan ibadah kita,” tandasnya.
Kegiatan Pesantren Ramadhan 1446 H SMA Muhammadiyah 2 Singaraja diisi dengan berbagai materi, seperti kajian dan murojaah berkelompok. (smb)

