SuaraMu Buleleng – Untuk menguatkan etos kerja dan etos juang warga Perguruan Muhammadiyah Singaraja, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng melaksanakan Baitul Arqam bagi pegawai dan guru di Perguruan Muhammadiyah Singaraja. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Bedugul, Tabanan, Bali, 8-9 Maret 2024.
Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, Moh. Ali Susanto, M.Pd., menjelaskan, Baitul Arqam merupakan suatu bentuk sistem pengkaderan Muhammadiyah yang merupakan modifikasi atau penyesuaian dan penyederhanaan dari Darul Arqam. Kegiatan ini berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan warga Muhammadiyah untuk menciptakan kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir di kalangan pimpinan maupun anggota Persyarikatan dalam melaksanakan misi Muhammadiyah.
“Modifikasi atau penyesuaian dan penyederhanaan Baitul Arqam atas Darul Arqam ini terletak pada aspek waktu, metode, kurikulum dan penyelenggaraannya,” katanya.
Menurut Ustadz Ali Susanto, dengan mengikuti Baitul Arqam tersebut, peserta diharapkan memiliki kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir dalam memahami dan melaksanakan misi Muhammadiyah. Juga memiliki pemahaman yang benar terhadap ideologi gerakan Muhammadiyah, dan memiliki kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah melalui program Muhammadiyah.
Ketua Panitia Baitul Arqam yang juga Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PD Muhammadiyah Buleleng, Dr. H. Wahyudi, M.Pd., peserta merupakan pegawai dan di Perguruan Muhammadiyah Singaraja. Yakni di SMA Muhamamdiyah 2 Singaraja, SMP Muhammadiyah 2 Singaraja, dan SD Muhammadiyah Singaraja.
Menurutnya, selama pelaksanaan Baitul Arqam, para peserta akan diberikan materi seperti ‘Paham Agama Dalam Muhammadiyah’, ‘Profil Kader dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah’, ‘Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah’, ‘Pengelolaan AUM’, serta ‘AUM sebagai Media Dakwah dan Rekrutmen Kader’. Para narasumber dan instruktur dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng.
Dijelaskan, kegiatan yang mengambil tema “Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah untuk Penguatan Etos Kerja dan Etos Juang Warga Perguruan Muhammadiyah Singaraja” ini akan dilaksanakan dengan beberapa metode. Yakni metode in door/in class berupa ceramah, diskusi, simulasi, studi kasus, workshop, role playing, serta metode out door games serta out bond. (smb)

