- Puisi-puisi Raodatun Syarifah

Berusaha Lupa
Wahai senja yang perkasa
Tekadku untuk melupa
Mungkin sudah mencuat,
Hingga ku abaikan kenangan
Bersama dengan angan.
Rindu itu sifat manusiawi
Yang tak bisa aku pungkiri
Kilatan amarah biarlah
Hilang bersama Rahwana
Cerita singkat antara rasa dan asah
Biarlah dikenang tuk jadi kenangan
Jejak dan memori lama
Biarlah waktu yang akan memilah
Apakah berhak untuk bertahan
Atau lebih layak untuk musnah
Cerita tentang rasa dan asah
Yang begitu ambigu
Biarkan ku lukis dalam diary
Kehidupan yang kalut

Perjuangan
Terimakasih untuk tubuh
Masih kuat menopang derita
Berjuang semasih nyawa dan raga menyatu
Menyergap setiap pinta
Yang terlanjur terucap
Berusaha tetap tenang
Ketika paham menjadi masalah
Rambu kehidupan terus memberi isyarat
Mengarahkan langkah yang mulai tertatih
Detik menjadi saksi hidup dan perjuangan
Meski peluh telah menjanjikan tenang
Tapi raga masih sanggup menjemput juang

Rindu
Di sudut Kota Singaraja
ku lambungkan rinduku untukmu
yang jauh jika luput mata
pertengahan September
menjadikan hembusan angin
lebih dingin dari biasanya
kepada Angin Malam ku coba
sampaikan rinduku padamu
Berharap,,,,
setiap hembusannya sampai
kepadamu
bagiku rindu ini adalah candu
yang selalu membayangi
setiap detik dari hari ku
kamu tahu,,,???
setiap bangunan di sudut kota ini
akan menjadi saksi
Bahwa aku pernah melambungkan
namamu disini
Aku sangat berharap,,,
waktu berlalu dengan cepat
agar semua rinduku ini Berujung
Pada temu

