Mendikdasmen Prof. Mu’ti Senam Ceria Bersama Anak-anak, Kunjungi TK ‘Aisyiyah dan SMKN 3 Singaraja

SuaraMu Buleleng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Jumat (13/2/2026), mengunjungi kota Singaraja, Buleleng. Di kota tersebut, Menteri Prof. Mu’ti mengikuti senam ceria bersama anak-anak TK dan SD di Taman Kota Singaraja.

Dengan penuh semangat dan ceria, anak-anak mengikuti gerakan tubuh Menteri Prof. Mu’ti. Ia didampingi Bunda PAUD Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Kadis Dikpora Buleleng, IB Gde Surya Bharata, serta sejumlah pejabat.

Pada kesempatan itu, Menteri Prof. Mu’ti mengingatkan anak-anak Buleleng untuk menjalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.

Usai senam ceria tersebut, dilakukan sesi foto. Tak ayal anak-anak Buleleng “menyerbu” Menteri yang juga Sekum PP Muhammadiyah itu untuk foto bersama. Butuh waktu yang cukup lama untuk melayani anak-anak yang sangat senang berjumpa langsung dengan Mendikdasmen low profile tersebut.

Dari Taman Kota Singaraja, Menteri Prof. Mu’ti dan rombongan menuju TK tertua ketiga di Indonesia, TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja. TK ini didirikan pada 1 April tahun 1954. Di TK yang berlokasi di Jl. Merak Singaraja ini, Mendikdasmen Prof. Mu’ti disambutan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Buleleng, para guru TK, dan siswa-siswi TK ‘Aisyiyah.

Prof. Mu’ti menyapa anak-anak TK dan disalami satu per satu. Beberapa siswa dielus kepalanya. Menteri Prof. Mu’ti juga meninjau beberapa ruang kelas di TK yang baru direnovasi tersebut.

Selesai di TK ‘Aisyiyah, Mendikdasmen menuju ke SMKN 3 Singaraja di Jalan Gempol. Di sana ia meresmikan salah satu gedung yang senilai Rp 90.752.105.402 (Rp 90,7 miliar) yang. Menteri Prof. Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya membangun SDM yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.

“Semoga tahun 2026 ini lebih banyak lagi satuan pendidikan yang dapat kita perbaiki,” ujarnya.
Di Kabupaten Buleleng, revitalisasi menyasar 64 satuan pendidikan, yang terdiri dari 8 TK, 37 SD, 14 SMP, 4 SMA, dan 1 SMK. Peresmian dilakukan secara simbolis pada lima sekolah yang mewakili setiap jenjang pendidikan.

Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah juga akan menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai kunci utama peningkatan mutu pendidikan. Berbagai program terus digalakkan, antara lain penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), pelatihan berbasis e-learning, peningkatan kualifikasi melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), kebijakan fleksibilitas beban kerja, serta program satu hari belajar bagi guru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menegaskan bahwa revitalisasi bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pembelajaran. “Gedung yang megah hanyalah cangkang. Yang lebih penting adalah ruang belajar yang layak, aman, nyaman, dan berkarakter sehingga mampu menumbuhkan semangat belajar siswa,” jelasnya.

Kunjungan Menteri ke Buleleng menjadi momentum penting untuk memastikan program revitalisasi berjalan optimal dan memberikan dampak nyata. Revitalisasi diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih humanis, mendorong kreativitas, serta memperkuat pembentukan karakter sesuai profil pelajar Indonesia.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Singaraja, Nyoman Nilon, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah melalui bantuan revitalisasi yang nilainya mencapai lebih dari Rp 90 miliar tersebut.

“Bantuan revitalisasi ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan akan mendorong proses belajar mengajar yang lebih efektif dan inovatif, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. (smb)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *